Penderita Ispa Terus Bertambah

FIN.CO.ID, PANGKEP – Dampak debu tambang marmer di Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene terus dirasakan masyarakat. Setiap bulannya, tercatat ada puluhan penderita Inspeksi Saluran Pernapasan (Ispa) yang berobat ke puskesmas sekitar.

Hal itu diungkapkan Kepala Puskesmas Kalabirang, Kecamatan Minasatene, Raji. Di sana sudah menjadi langganan berobat warga yang terdampak aktivitas tambang marmer tersebut.

“Saat ini memang memasuki musim kemarau, apalagi lokasi tambang ada juga di sekitar sini, jadi banyak memang debu. Mereka rata-rata rawat jalan, tetapi ada juga opname,” ungkapnya, Jumat, 6 September.

Ia membeberkan, dalam sebulan pasien yang datang berobat dengan keluhan Ispa ini mencapai 30 orang. “Khusus untuk bulan Agustus itu ada 36 orang yang menderita Ispa, ini termasuk tinggi sebenarnya jika kita lihat,” ucapnya.

Tidak hanya di wilayah Puskesmas Kalabirang saja yang penderita Ispa tinggi, di wilayah Kecamatan Bungoro juga. Daerah ini termasuk memiliki beberapa kawasan industri tambang di dalamnya.

“Dalam sebulan sebenarnya tidak menentu penderita yang datang dengan keluhan gangguan pernafasan, tetapi untuk Agustus ada 74 orang pasien, ini termasuk berasal dari pustu-pustu yang ada di kelurahan,” papar, Muhammad Yamin, Kepala Puskesmas Bungoro.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Agussalim hingga saat ini belum bertindak terkait keluhan warga terkait aktivitas tambang yang semakin dekat ke pemukiman masyarakat. Padahal masyarakat dibuat menderita.

“Nanti kita turun bersama untuk tinjau. Insyallah hari Senin kita akan ke lokasi, sebab tidak boleh ada itu aktivitas dengan jarak dekat pemukiman,” imbuhnya.

(fit/iad)