23, October, 2021

Meksiko Negara Paling Berbahaya Bagi Jurnalis

FIN.CO.ID, TEJUPILCO – Wartawan Meksiko kembali ditemukan tak bernyawa dengan luka tusuk nyaris di sekujur tubuh, kemarin (25/8). Peristiwa ini menambah panjang deretan pekerja media yang tewas dibunuh. Meksiko merupakan negara yang paling berbahaya di dunia bagi pekerja pers.

Jaksa negara bagian Meksiko melaporkan pihaknya sedang mendalami penyebab kematian Nevith N (42), yang mayatnya ditemukan di kota Tejupilco sekitar 122 km dari Mexico City. Sementara Kelompok advokasi Reporters Without Borders berupaya mengidentifikasi pria bernama Nevith Condes Jaramillo, pengelola situs berita lokal El Observatorio del Sur di negara bagian Meksiko.

Condes merilis sejumlah berita yang memicu ketegangan dengan pemerintah daerah. Pada November dan Juni dirinya mendapat ancaman, menurut juru bicara Reporters Without Borders, mengutip informasi yang diperoleh dari rekan sejawat Condes.

Reporters Without Borders mengkhususkan Meksiko sebagai negara paling berbahaya bagi wartawan di Belahan Barat. Jika terbukti sebagai kasus pembunuhan, maka kematian Condes menambah jumlah pembunuhan wartawan Meksiko menjadi sedikitnya 10 orang tahun ini dibandingkan sembilan orang tahun sebelumnya, menurut kelompok tersebut.

Awal Agustus ini tiga wartawan tewas hanya dalam sepekan saja, termasuk seorang yang mendapat ancaman. Pembunuhan di Meksiko melonjak dalam paruh pertama 2019 ke rekor tertinggi, berdasarkan data resmi.

Maraknya kekerasan menggarisbawahi tantangan yang dihadapi Presiden Andres Manuel Lopez Obrador pascapelantikannya pada Desember. Ia berjanji akan menurunkan tingkat kekerasan di negara yang hancur akibat kartel narkoba tersebut.

Genap setahun dari peristiwa itu, seorang wartawan Meksiko juga tewas terbunuh di negara bagian Quintana Roo sebelum pemilihan presiden di negara tersebut. Pria bernama Jose Guadalupe Chan Dzib itu tewas akibat tembakan sekitar pukul 22.00 malam waktu setempat, Jumat (29/6) lalu. Kematian ini disinyalir bernuansa politis mejelang pilpres 1 Juli 2018.

Sementara itu, atas kematian Jose Guadalupe, seperti dikutip Reuters, pemerintah Meksiko mengeluarkan pernyataan, “Kami mengutuk insiden ini dan meminta kepada kantor kejaksaan agung untuk menginvestigasi ini,” terangnya.

Meksiko adalah salah satu negara yang paling berbahaya bagi profesi wartawan. Seperti dikutip dari AFP sudah lebih dari 100 wartawan terbunuh di Meksiko sejak awal dekade 2000an. Dan, sebanyak 90 persen kasusnya belum juga selesai.

Sementara itu, termasuk Jose Guadalupe, di tahun politik bagi rakyat Meksiko ini sudah ada enam wartawan yang tewas terbunuh. Mereka adalah Carlos Dominguez (72), seorang wartawan surat kabar dan juga kolumnis politik. Dia tewas akibat serangan saat sedang berkendara bersama anak, menantu, dan dua cucunya di negara bagian Tamaulipas, 13 Januari 2018.

Kolom yang terakhir ia tulis berisikan kutukan terhadap aksi razia berujung kekerasan jelang pilpres hari ini.Kemudian, Pamela Montenegro (36) yang tewas akibat tembakan seorang pria saat sedang berada di restoran miliknya di negara bagian Guerrero, 5 Februari 2018.

Pamela bukanlah wartawan profesional, namun ia dikenal sebagai seorang vlogger dengan karakter satire, Nana Pelucas. Lalu, Leobardo Vazquez (42) yang tewas dibunuh di luar rumahnya di negara bagian Veracruz, 21 Maret 2018. Sesaat sebelum dibunuh, Leobardo baru saja mengundurkan diri dari surat kabar tempatnya bekerja. Selanjutnya, dia berencana untuk mengelola halaman berita regional di unit usaha Facebook.

Keempat adalah Juan Carlos Huerta (45), seorang wartawan radio dan televisi yang tewas ditembak pada 15 Mei 2018 sesaat setelah meninggalkan rumahnya di negara bagian Tabasco.

Kelima adalah Hector Gonzalez (40), seorang koresponden untuk televisi dan stasiun radio lokal. Dia ditemukan tewas dengan penuh luka pukulan di sebuah jalanan tanah. Sepanjang kariernya, Hector bekerja di bidang peliputan politik dan isu umum.

Terkini adalah Jose Guadalupe yang bekerja untuk minguan Playa News. Salah satu rekannya di Playa News mengatakan Jose Guadalepe sempat bercerita kepadanya telah mendapatkan ancaman peringatan. Usaii mendengar ancaman itu, Jose Guadalupe meminta perlindungan kepada pihak keamanan namun tak mendapatkan respons.

Quintana Roo negara bagian yang menjadi tempat Jose Guadalupe dibunuh itu sebelumnya dikenal sebagai salah satu negara bagian paling aman di Meksiko. Negara bagian tersebut selalu menjadi tujuan pariwisata, dan terdapat pula banyak resor yang menghadap ke perairan Karibia. (ful/fin)

Rekomendasi Berita Terbaru

Populer