Warga Sulsel-Papua Dipastikan Tetap Rukun

FOTO: Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWORK.

FIN.CO.ID, MANOKWARI, -Meski ada insiden, warga Papua-Papua Barat dan Sulsel, tetap harmonis. Peristiwa yang telah terjadi dimaafkan. Fokusnya perdamaian.

Sekretaris Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Papua Barat, Ahmad Kuddus mengatakan situasi relatif aman. Diakuinya, kerusuhan membuat warga Sulsel jadi korban.

Terutama penjarahan-penjarahan yang dilakukan di pasar dan ruko-ruko seperti di Manokwari dan Sorong.

“Itu pelakunya massa liar atau oknum,” kata Kuddus kepada FAJAR, Kamis malam, 21 Agustus.

“Memang ada demonstrasi tetapi massanya terkendali. Cuma ada kelompok lain yang tunggangi. Sejak kemarin, kondisi relatif mulai kondusif,” sambungnya.

Di Papua Barat, ada sekitar 200 ribu warga Sulsel. Mereka tersebar di 13 kabupaten/kota hingga pedalaman di Papua Barat. Kata dia, selama ini warga KKSS tidak pernah terlibat masalah dengan warga lokal. Bahkan hidup rukun.

“Saya sendiri sudah 15 tahun merantau ke sini. Apalagi kasusnya kan bukan dengan orang Sulsel. Itu muncul di Jawa. Jadi sebenarnya aman. Kita warga Sulsel juga sudah terbiasa jadi tidak panik. Tidak ada yang mengungsi,” beber pria asal Luwu ini.

Hanya saja, sempat ada penyerangan yang dilakukan di kampung Bugis yang berada di Manokwari. Namun, aparat sigap sehingga tak ada korban. Kondisi diharapnya bisa terus kondusif apalagi sudah ada pertemuan khusus.

“Tadi sudah ada pangdam, utusan Mabes Polri, gubernur, tokoh adat dan tokoh masyarakat duduk bersama. Diminta semua turut andil menjaga keamanan,” urainya.

Kemarin, Ketua KKSS Papua, Mansur, juga mengunjungi Asrama Papua di Jalan Lanto Daeng Pasewang, Makassar. Namun, dia yang datang bermaksud silaturahmi dan memberikan sembako ditolak mahasiswa.

“Ya, saya datang maksud bawa sembako. Tapi ditolak mereka. Tapi tidak apa-apa, tidak perlu dibesar besarkan,” katanya.

Terkait dengan keamanan di Papua, pihaknya sudah mengimbau kepada warga Sulsel untuk tidak keluar dahulu. Bisa juga kerja sama dengan pihak keamanan untuk meyakinkan keamanan.

Namun, sampai saat ini kondisi diakui sudah kondusif dan tidak ada korban jiwa, maupun luka. Meskipun ada pelemparan yang membuat sejumlah rumah dan mobil rusak.

“Itu khusus Timika. Saya tidak bisa jangkau di Fak-fak karena itu Papua Barat, bukan wilayah kami,” katanya.

Warga keturunan Sulsel di Provinsi Papua di kisaran 450 ribu jiwa. Tersebar di 29 kabupaten/kota. Mansur
berharap pemerintah cepat mengambil solusi.

Terkusus untuk segera mengevaluasi persoalan tersebut, sebab pasti ada yang benar dan salah.

Selain, pemerintah harus melakukan pencegahan dini. Jangan lagi terulang bahwa ada ormas yang turun.

“Harusnya kan pemerintah yang menyelesaikan. Bukan ormas. Dan saya mendukung pemerintah mengambil sikap, bukan ormas,” harapnya.

Sikap tegas kata dia, juga harus dilakukan. Jika ada sesuatu harus dilakukan cepat dan dicegah. (fik-mum/abg-zuk/fajar/fin)