449 Jemaah Tiba di Tanah Air

    FOTO: KEMENAG FOR FIN

    PELEPASAN JEMAAH: Suasana pelepasan Sub 41 menuju kota Madinah, Rabu (21/8). Sementara perwakilan Malaysia dan Turki mendatangi Kantor PPIH Indonesia di Makkah. Kedua negara memberikan apresiasi terhadap sistem dan pengelolaan haji Indonesia.

    FIN.CO.ID, MAKKAH – Jemaah haji Indonesia yang masuk dalam gelombang ke-2, direncanakan tiba hari ini (22/8) di Tanah Air. Total ada 449 jemaah. Seluruh jemaah itu berasal dari Kabupaten Nganjuk dan Surabaya yang tergabung dalam kloter 41 embarkasi Surabaya (SUB-41).

    “Ini adalah kloter pertama dari gelombang ke dua yang menuju Madinah, untuk berada selama delapan hari atau selama 40 waktu salat berjamaah,” terang Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali,dalam rilis yang diterima Fajar Indonesia Network (FIN) kemarin (21/8).

    Nizar berharap, dalam tahap pemulangan jemaah tetap menjaga kesehatan tubuh. “Energi saat beribadah secara total telah tercurah. Maka tetap jaga kesehatan utamanya saat harus mengantri masuk ke dalam raudhah,” jelasnya.

    Berdasarkan data yang dirilis Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama pada Selasa, 20 Agustus 2019 pukul 19.00 waktu Arab Saudi, tercatat lebih dari 20 ribu jemaah haji telah meninggalkan Kota Makkah.

    Kepala Daerah Kerja Makkah Subhan Cholid, menjelaskan, dalam data tersebut disampaikan sebanyak 63 kelompok terbang (kloter) yang membawa 26.081 jemaah dan petugas telah diberangkatkan dari Makkah menuju Jeddah.

    “Selanjutnya, sebanyak 22.388 orang jemaah di antaranya telah diberangkatkan ke Tanah Air. Hingga pukul tujuh malam kemarin, total ada 54 kloter yang sudah diterbangkan dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah menuju tanah air,” jelasnya.

    Sama seperti tahun sebelumnya, jemaah haji Indonesia diangkut menuju tanah air oleh dua maskapai, Garuda Indonesia Airlines (GIA) dan Saudi Arabia Airlines (SV). Untuk jemaah yang masuk gelombang I ini penerbangan dilakukan melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

    “Hingga hari ini, sebanyak 13.345 jemaah diangkut dengan menggunakan Saudi Arabia airline. Dan 9.043 jemaah sisanya diangkut dengan Garuda Indonesia Airlines,” jelasnya.

    Terpisah, Ketua Rombongan Haji Malaysia Dato Sri Syed Saleh Syed Abdul Rahman beserta rombongan menyambangi markas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia di Makkah.

    Ia memberikan apresiasi tentang penyelenggaraan ibadah haji oleh pemerintah Indonesia. Bahkan, Pemerintah Turki menilai, Indonesia sebagai negara pengirim jemaah terbesar di dunia, dinilai berhasil menyelenggarakan seluruh prosesi haji dengan tertib dan teratur.

    “Indonesia memiliki sistem pengendalian jemaah haji terbaik. Saya amat kagum sekali. Karena dengan jumlah jemaah yang begitu besar, hampir 231 ribu berbanding dengan Malaysia yang hanya 30 ribu, tapi bisa begitu dikendalikan dengan begitu tersusun, sistematik,” papar Dato Sri Syed Saleh, Selasa (21/8).

    Menurutnya, hal senada juga diungkapkan oleh Kerajaan Arab Saudi. “Bukan saja dari segi pengendalian, tapi juga dari segi jemaah haji Indonesia itu sendiri penuh disiplin, punya ilmu secukupnya, dan dari segi ibadah haji mereka sungguh teratur dan tidak menimbulkan perkara-perkara yang tidak diingini,” ungkapnya.

    Rasa kagum itu yang menurut Dato Sri Syed Saleh membuat Malaysia ingin terus bekerjasama dengan Indonesia. Ia menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir Tabung Haji Malaysia rutin mengadakan pertemuan dengan Misi Haji Indonesia guna melakukan sharing terkait penyelenggaraan ibadah haji.

    Dalam pertemuan kali ini, Dato Sri Syed Saleh mengungkapkan ada beberapa hal yang dipelajari oleh Tabung Haji Malaysia atas penyelenggaran haji yang dilakukan oleh Misi Haji Indonesia. Antara lain terkait masalah kesehatan haji, bimbingan ibadah haji dan penggunaan IT dalam pelayanan haji.

    Menanggapi hal ini, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis menyampaikan Indonesia terbuka untuk berbagi mengenai perbaikan pelayanan ibadah haji. Ia juga mengungkapkan Indonesia terus melakukan inovasi pelayanan haji.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here