Whatsapp Bidik Pasar E-Commerce Indonesia

Pixabay

FIN.CO.ID, JAKARTA – Whatsapp berencana ekspansi ke sektor e-commerce di Indonesia. Saat ini perusahaan sedang dalam pembicaraan dengan beberapa perusahaan pembayaran digital Indonesia untuk menawarkan layanan transaksi mobile mereka.

Beberapa perusahaan pembayaran digital Indonesia yang tengah berdiskusi dengan WhatsApp antara lain Gojek, DANA, dan OVO. Selain itu, WhatsApp juga telah mendekati Bank Mandiri, yang mengoperasikan dompet digital.

Kesepakatan dengan ketiga perusahaan itu diperkirakan akan diselesaikan dalam waktu dekat, kata orang-orang itu, yang menolak disebutkan namanya karena pembicaraan itu bersifat pribadi.

Indonesia bisa menjadi negara kedua di dunia di mana WhatsApp memperkenalkan layanan tersebut. WhatsApp saat ini tengah menunggu persetujuan regulasi dari India, pasar terbesar penggunanya, yang telah tertunda karena aturan penyimpanan data lokal.

Namun tidak seperti di India di mana perusahaan berencana untuk menawarkan layanan pembayaran peer-to-peer langsung, WhatsApp hanya akan berfungsi sebagai platform di Indonesia, yang mendukung pembayaran melalui dompet digital lokal karena peraturan perizinan yang ketat, menurut sumber kepada Reuters.

“Model bisnis di Indonesia dapat menjadi contoh bagi WhatsApp untuk diadopsi di pasar negara berkembang lainnya untuk menyiasati peraturan tentang pemain asing yang membuat dompet digital mereka sendiri,” kata sumber tersebut, Selasa (20/8).

Dengan penduduk sebanyak 260 juta orang dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia adalah salah satu dari lima pasar teratas secara global untuk WhatsApp, dengan lebih dari 100 juta pengguna.

Industri e-commerce di Indonesia diperkirakan naik tiga kali lipat menjadi 100 miliar dolar AS pada tahun 2025, tetapi juga memiliki beberapa peraturan pembayaran digital paling ketat di kawasan Asia Tenggara.

Rencana Indonesia datang setelah CEO Facebook Mark Zuckerberg mengumumkan, awal tahun ini bahwa akan meluncurkan pembayaran WhatsApp ke beberapa negara.

“Seperti yang dikatakan Mark awal tahun ini, kami ingin membawa pembayaran digital ke lebih banyak negara,” kata juru bicara Facebook.

“WhatsApp sedang dalam pembicaraan dengan mitra keuangan di Indonesia tentang pembayaran, namun diskusi masih dalam tahap awal dan kami tidak memiliki hal lain untuk dibagikan pada tahap ini,” imbuhnya.

Salah seorang sumber mengatakan, WhatsApp masih butuh persetujuan dari Bank Indonesia sebelum penerapan layanan ini dapat diproses. Namun, Bank Indonesia enggan memberikan komentar kepada Ruters.

Layanan ini direncanakan akan mulai beroperasi pada akhir 2019. Namun, dua sumber Reuters menyebutkan, ada kemungkinan rencana tersebut diundur sebab WhatsApp ingin layanan ini lebih dulu diluncurkan di India.

(der/rts/fin)