Wakil Wali Kota Malang Minta Maaf Atas Ucapan Pemulangan Mahasiswa Papua

Wali Kota Malang, Sofyan Edi (Instagram)

FIN.CO.ID, MALANG– Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko meminta maaf atas pernyataannya soal wacana pemulangan mahasiswa Papua, usai kericuhan tanggal 15 Agustus 2019 lalu

“Sehubungan dengan insiden itu, bapak Wali Kota juga sudah menyampaikan permohonan maaf, saya pun juga demikian, atas insiden itu, saya mohon maaf,” ujar Sofyan lewat video yang diunggah oleh akun Instagram @malangtimes, Selasa (20/8).

Sofyan menjelaskan, dirinya tidak pernah menyampaikan pernyataan pemulangan mahasiswa Papua dari Kota Malang.

“Bahwa saya tidak pernah menyatakan, pendapat atau statemen atau pernyataan yang mengatakan pemulangan mahasiswa Papua, sekarang sudah beredar, yang namanya rekaman itu dan bisa dilihat secara langsung,” ujar Sofyan.

Ia mengatakan, Pihaknya pemerintah daerah Kota Malang tidak ada wacana pemulangan Mahasiswa Papua. Mahasiswa Papua maupun yang lainya diperbolehkan menutut illmu di Kota Malang.

“Saya menggarisbawahi apa yang sudah disampaikan, ditegaskan oleh bapak Wali Kota, bahwa, di Kota Malang tidak ada pemulangan mahasiswa Papua. Mahasiswa Papua tetap belajar menuntu ilmu, sampai paripurna daripada sutudi para Mahasiswa.” Ungkapnya.

“Oleh karenanya terkait dengan hal tersebut, bapak Walikota, segenap perangkat daerah, masyarakat kota Malang, bersepakat hadir untuk saling menjaga, keamanan Kota Malang ke depan semakin lebih baik, supaya kita semua bisa melaksanakan tugas masing-masing, Pelajar bisa menuntut ilmu, mahaisswa bisa menuntut ilmu, studinya berhasil,” imbuh Sofyan.

Sementara itu, di tempat yang sama, Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri juga memastikan keamanan dan ketentraman bagi Mahasiswa Papua di Malang.

“Saya selaku penanggungjawab keamaan, menjamin bahwa tidak ada aksi-aksi yang terjadi setelah itu, semua berjalan aman kondusif, dan tidak juga ada tindakan pemulangan terhadap mahasiswa Papua, kami siap menjaga kemanan dan keselamata siapapu yang ada di Kota Malang, termasuk ade-ade mahasiswa Papua, kami sangat mendukung ade -ade mahasiswa Papua yang kuliah di Malang,” tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan meminta Sofyan Edi Jarwoko untuk mencabut pernyataannya soal wacana memulangkan masyarakat asal Papua dari Kota Malang.

Dominggus menilai, sebagai pejabat publik, Sofyan tidak seharusnya mengeluarkan pernyataan yang dapat memicu perpecahan.

Selain itu Dominggus juga meminta Sofyan Edi untuk meminta maaf kepada rakyat Papua.

“Bagi saya pernyataan Bapak Wakil Walikota Malang untuk meminta masyarakat Papua pulang seharusnya tidak terjadi. Seharusnya pernyataan itu dicabut dan beliau meminta maaf kepada rakyat Papua,” ucap Dominggus, Senin (19/8/2019).

(dal/fin)