Estrogen Berlebih Picu Kelainan Janin

FIN.CO.ID, MAKASSAR – Hormon yang tidak seimbang perlu diwaspadai. Pada ibu hamil, hormon estrogen berlebih menyebabkan kelainan pada janin.

Spesialis Kandungan, Rumah Sakit Ibnu Sina, Dr dr Nasruddin AM SpOG(K) MARS, menuturkan, keseimbangan hormonal pada kehamilan sangat diperlukan. Pada ibu hamil, dibutuhkan dominasi hormon progesteron dan sebaliknya, lebih sedikit estrogen.

Tujuannya, untuk mengawal rahim agar tak berkontraksi. Ketika estrogen lebih dominan, maka akan membuat rahim berkontraksi lebih awal, sehingga membuat anak lahir dalam keadaan prematur, “Pada tahap ini tidak berhubungan langsung pada kecacatan anak ketika lahir nantinya,” ungkapnya.

Namun, jika ketidakseimbangan hormon sudah terjadi sejak awal sebelum sperma membuahi, maka sel telur bisa saja tidak berkualitas. Mengakibatkan kelainan pada janin yang akan lahir nantinya dan kemungkinan bayi akan lahir dalam keadaan cacat.

Pada perempuan, peningkatan hormon ini bisa terjadi disebabkan pola hidup yang tidak sehat seperti mengonsumsi junk food, makan makanan berlemak, konsumsi protein secara berlebihan, serta konsumsi gula tinggi. Gejalanya mudah diketahui. Bagi yang tidak hamil, kenaikan estrogen ditandai dengan siklus mensturasi yang tidak teratur hingga tiga bulan berturut-turut.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Dr dr Multazam SKed MKes mengatakan, peningkatan estrogen disebabkan multifaktor. Selain makanan berlemak yang merangsang produksi hormon, juga karena higienitas yang tak terjaga dengan baik. Adapula yang produksi hormonnya memang cukup tinggi. “Misalnya pada perempuan yang ada sedikit kumisnya itu bisa karena hormon estrogennya memang tinggi,” ujarnya.

Riwayat penggunaan kontrasepsi hromonal pun bisa menyebabkan estrogen yang berlebihan, karena salah satu hormon yang dimasukkan yakni hormon estrogen. Hormon ini akan tetap ada di dalam tubuh, sehingga ketika kehamilan terjadi, maka bisa memengaruhi janin.

Pada ibu hamil mungkin tak akan merasakan gejala yang serius. Namun, bisa dilihat dari gejala keputihan yang sangat banyak dan mengental. Selain itu, biasanya terjadi perubahan mood.

Namun, kelebihan estrogen tak melulu mengakibatkan kelainan pada janin. Hal ini akan makin besar terjadi jika ibu tidak mengendalikan stresnya. “Mungkin saja kenaikan hormon tetapi jika ibunya bisa jaga pikirannya biar tidak stres itu kemungkinan juga tidak akan terjadi,” ungkapnya.

(*)