Memek Pulau Simeulue

Foto: @deddyonthel | Twitter

FIN.CO.ID – Beberapa hari ini, kata memek sedang ramai diperbincangkan netizen tanah air. Dan ketika kata memek terdengar seperti sesuatu yang jorok, namun bukan memek itu yang menjadi sorotan warganet tanah air.

Adalah mamemek, sebuah menu kuliner asal Pulau Simeulue, Provinsi Aceh, yang telah ribuan kali di-tweet ulang, para pengguna sosmed berlogo burung biru itu. 

Memek sendiri, begitu namanya disingkat, adalah makanan yang sudah melegenda, dan belum lama ini ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda atau WBTB oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh-Sumut.

Dilansir KanalAceh.com, nama mamemek diartikan sebagai mengunyah-nyunyah atau menggigit, dan sama sekali tidak berkaitan dengan organ intim wanita. 

Adapun alasan penggunaan nama ini sendiri, adalah sebagai sebuah penghormatan terhadap warisan budaya lokal.

“Jadi ini namanya memek, gak boleh diganti karena dari nenek moyang kami namanya yaitu memek,” jelas anggota Dewan Kerajinan Nasional Daerah Simeulue Aflamawati, Aflamawati.

Memek sendiri dibuat dengan beberapa komposisi seperti, beras ketan gongsen, pisang, santan, gula dan garam, dan cocok disantap dingin maupun panas-panas.(ruf/fin)