Langkah Awal Dimulai dari UNS

    Seminar Pancasila di 12 Fakultas dan satu Pasca Sarjana yang Digagas BPIP

    SOLO – Dimulai dari Universitas Sebelas Maret (UNS). Titik ini menjadi langkah awal bagi BPIP dalam memberikan edukasi, wawasan Pancasila kepada mahasiswa. Langkah ini menjadi momentum untuk memperluas jangkauan hingga pelosok negeri.

    “Agenda hari ini menjadi kota pengaruh utamaan Pancasila. Kebetulan BPIP sudah punya MoU denga UNS. Ini menjadi modal memulai pengarus utamaan Pancasila di kampus-kampus,” terang Plt Ketua BPIP Haryono dalam rilis yang diterima Fajar Indonesia Network (FIN).

    UNS sambung Haryono dijadikan sebagai benteng Pancasila. Ini ditandai dengan gelaran seminary Pncasila di 12 fakultas dan satu pasca sarjana. “Sehingga ada 13 titik dan mungkin ini yg pertama kali di indonesia ada seminar di 13 titik. Tentu kita berharap ini sukses dan bisa merambah ke perguruan tinggi lainnya,” paparnya.

    Ditambahkannya, pondasi yang telah ditanam merupakan harmoni dalam dimensi kerja gotong-royong. “Sehingga Pancasila menjadi ruh. Dan tidak tereduksi. Tidak hanya tagline apalagi direduksi sekedar kerja bakti membersihkan got. Tapi juga kerja utama bersama untuk mencapai nilai-nila yang mulia,” imbuhnya.

    Budaya gotong-royong, lanjut Hariyono sudah mengakar di bumi nusantara. Sementara kekuatan Pancasila menjadi dasar idiologi yang memberikan keleluasaan dalam bernegara, kebebasan berekspresi dan berkarya.

    “Maka di momen ini pula, BPIP memberikan penghargaan bagi 74 icon Pancasila. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kerja keras mereka dalam bidang science dan inovasi, olahraga, sosial budaya, maupun sosial enterpreneur,” terangnya.

    Apresiasi ini, sambung dia sangat diutuhkan. Karena ternyata di ruang publik muncul kesan bangsa ini kekurangan teladan. Padahal secara defakto, banyak dari perguruan tinggi sampai di masyarakat yang telah menjalankan laku Pancasila dengan inovasi dan terobosan perdaban.

    “Yang telah dilakukan layak sebagai icon Pancasila. Jelas ink menjadi contoh positif bagi masyarakat termasuk kampus. Ketika belajar tidak lagi harus belajar di ruang kelas, inovasi selalu terjadi di semua lini tidak dibatasi di dalam kampus saja,” urainya

    Terakhir Hariyono menyebut, inovatif dan kreatif baik di bidang olaharaga dan science, akan dibawa ke kampus-kampus. “Agar kampus bisa jadi sumber peradaban dan itu adalah cermin ideologi pancasila adalah ideologi masa depan untuk memberikan harapan,” pungkasnya. (ful/fin)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here