Genjot PAD, Perusda Sultra Diminta Ambil Alih Pengelolaan Aspal Buton

FIN.CO.ID, KENDARI – Upaya pemerintah Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk memaksimalkan penggunaan Aspal Buton (Asbuton) terus digenjot.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan mendorong Perusahaan Daerah (Perusda) Sultra untuk mengambil alih pengelolaan Asbuton. Cara ini dilakukan untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor tersebut.

Olehnya itu, DPRD Sultra bersama dengan pemerintah Sultra telah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2016 tentang perubahan atas Perda Nomor 2 tahun 2010 tentang pemanfaatan Aspal Buton untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan provinsi daj jalan kabupaten/kota.

“Dalam Perda tersebut disebutkan bagi kabupaten/kota yang menggunakan Asbuton 100% dari target total panjang program pembangunan dan pemeliharaan jalan yang menggunakan produk akhir aspal, maka pemerintah Provinsi akan memberikan insentif dan/atau subsidi untuk pembangunan jalan yang besarnya di tetapkan dengan Keputusan Gubernur,” ungkap La Ode Mutanafas yang merupakan Anggota Komisi 3 DPRD Sultra ini, pada Senin (19/8).

Disebutkan, dalam pengelolaan Asbuton oleh Perusda Sultra sangat tepat guna dalam memaksimalkan penggunaan Asbuton yang pada ujung nya akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Dalam prosesnya nanti, kata Mutanafas, para

kontraktor pembangunan dan/atau pemeliharaan jalan dalam pelaksanaan lelang pekerjaan jalan wajib melampirkan perjanjian kerjasama dengan produsen Asbuton sebagai salah satu syarat administrasi dalam pelelangan pekerjaan jalan.

“Dengan demikian, PAD akan mengalami peningkatan. Karena seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pembangunan dan atau pemeliharaan jalan itu menggunakan Asbuton,” bebernya.

Berbicara masalah kualitas Asbuton, lanjut Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Sultra ini menegaskan, dari hasil uji di laboratorium Asbuton sudah sangat memenuhi standar.

“Bahkan sudah digunakan di Provinsi lain di Tanah Air seperti di beberapa kabupaten di Sulawesi Tengah, dan beberapa jalan di Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah,” katanya.

“Selain kualitasnya telah teruji, harga Aspal Buton juga jauh lebih murah dibanding aspal cair impor yang didatangkan dari Singapura,” tambahnya.

Selain itu, Wakil Ketua DPD PAN Sultra ini juga menjelaskan, kelebihan lain dari Asbuton, yakni dapat digunakan kapan saja untuk pengaspalan jalan. Baik dalam kondisi hujan maupun panas. Sementara aspal jenis lain, harus menyesuaikan dengan kondisi cuaca cerah.

Olehnya itu, dalam memaksimalkan pengelolaan Asbuton perlu adanya dukungan terhadap rencana pengembangan pengelolaan Asbuton tersebut oleh Perusda Sultra. Bahkan, bila perlu tidak hanya di wilayah Sultra, melainkan mencakup kerja sama dengan Provinsi lain di Indonesia

Langkah tersebut sebagai upaya strategis perusahaaan dalam mengembangkan usaha, sekaligus dapat meningkatkan kontribusi kepada pendapatan asli daerah.

“Guna merealisasikan rencana tersebut, tentunya butuh dukungan dari Pemprov Sultra selaku pemilik saham perusahaan dalam merumuskan kebijakan termasuk seluruh soal kerja sama, tentunya tak bisa lepas dari dukungan Pemrov Sultra,” urainya.

Karena itu “political will” atau kemauan politik pemerintah sangat diharapkan dalam mengaplikasikan Perda pemanfaatan Asbuton untuk pembangunan infrastruktur jalan yang wajib di gunakan di wilayah Sultra.

“Atau sekiranya Gubernur dan DPRD menghadap langsung ke bapak Presiden dan DPR RI untuk membicarakan penggunaan Aspal Buton dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan secara Nasional,” pintanya. (fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here