Belajar di Youtube, Musthofo Bacok Polisi di Polsek Wonokromo

FIN.CO.ID, JAKARTA – Seorang pria bernama Imam Musthofa nekat melakukan aksi penyerangan terhadap dua anggota polisi di kantor Polsek Wonokromo, Surabaya, Sabtu (17/8).

Akibat aksinya, dua polisi mengalami luka bacok serius di tubuhnya setelah diserang membabi buta. Pria asal Desa Talaga, Kecamatan Ganding, Sumenep itu telah diamankan setelah ditembak aparat kepolisian.

Kapolri Tito Karnavian mengatakan, Imam Musthofa hingga saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif. Hasil pemeriksaan sementara pelaku adalah pemain tunggal. Dia tidak terlibat jaringan teroris manapun. Dia mengalami self radicalism atau radikalisasi diri sendiri. Menurut Tito, paham radikal dirinya itu Imam karena terpengaruh kajian-kajian yang dilihatnya di internet.

“Jadi, sekarang ini tersangka sudah ditangkap, dan dia mengalami self radicalism karena media sosial atau internet dari gadgetnya dengan mengikuti kajian-kajian,” kata Tito kepada wartawan di Jakarta Selatan, Minggu (18/8).

Tito menuturkan, imbas dari kajian yang ditonton di internet membuatnya memiliki intepretasi mengenai jihad yang mengarah kepada kekerasan. Akhirnya dia pun melakukan penyerangan kepada aparat kepolisian karena dianggap sebagai thogut dan kafir.

“Dia datang untuk cari sasaran dan sasarannya polisi, karena dianggapnya sebagai thogut. Selain itu, dari kajian yang didapatkannya polisi juga dianggap kafir harbi sering melakukan penegakan hukum pada pemahaman mereka, Sehingga bagi dia serangan ke polisi dapat pahala,” terang Tito.

Terpisah, seraya mengamini pernyataan pimpinan tertinggi Polri, Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera menyampaikan, hasil pemeriksaan penyidik terhadap tersangka Imam Musthofa. motif sementara dilakukannya sendiri tanpa ada kelompok apapun di belakangnya.

“Ini baru motif sementara, jadi apa yang dilakukannya mengaplikasikan apa yang telah dia pelajari melalui media sosial, dan itu dipelajarinya secara otodidak guna bermaksud mengamaliyahkan,” ucap Barung kepada wartawan diMapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Minggu (18/8).

Pada kesempatan itu, Barung juga mengatakan, kalau pihaknya telah melakukan pemeriksaan istri dan membawa serta anaknya untuk dimintai keterangan. Dan kini, diakui Barung, kasus pun masih dalam penyelidikan Densus 88 dan Polda Jatim.

“Dan kasusnya sekarang diambil-alih oleh Densus 88 Mabes Polri. Tapi kita telah penyelidikan dari mulai Surabaya ke tempat kos istrinya. Adapun saat ini kewenangan ada di Densus 88, yang akan rencananya akan memeriksa istri dan anaknya di satu tempat,” jelasnya.

Terakhir, terkait proses pemeriksaan tersangka Imam. Barung menyebut, sementara Imam masih di Polda Jatim dan yang bersangkutan juga sampai kini masih terus diperiksa intensif. “Tersangka saat ini masih ada di Polda Jatim,” tutupnya.

Di tempat lain, Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho mengatakan, dua anggota polisi yang menjadi korban penyerangan yakni, Aiptu Agus Sumartono dan Brigadir Febian. Dari keduanya yang terparah adalah Aiptu Agus yang kini di rawat di RS Bhayangkara Polda Jatim.

“Tadi pagi saya sempet menjenguknya, Alhamdulillah korban atas nama Aiptu Agus telah selesai jalani operasi, dan kondisinya pun kini semakin membaik pascaoperasi. Jadi, hasilnya positif dan telah membaik,” imbuh Sandi.

Sandi menjelaskan, korban Aiptu Agus ini mengalami beberapa bacokan senjata tajam milik pelaku berupa pisau panjang, dan diantara lukanya itu ada di pipi, kepala bagian belakang hingga tangan. Lebih lanjut, selain korban ada juga Brigadir Febian mengalami lebam-lebam.

“Untuk Brigadir Febian hanya luka ringan dan kini sudah jauh lebih baik kondisinya,” pungkasnya. (Mhf/GW/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here