Malaysia Bidik Proyek Listrik Jika Ibu Kota RI Pindah

FIN.CO.ID, KUALA LUMPUR – Pemerintah Malaysia tengah membidik sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia, jika Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) memutuskan memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan.

Menteri Kebudayaan, Pariwisata, Seni, Pemuda dan Olahraga Negara Bagian Sarawak, Datuk Abdul Karim Rahman Hamzah, menyatakan kabar pemindahan ibukota dari Jakarta ke Kalimantan adalah kabar baik.

Menurutnya, Sarawak bisa mengambil keuntungan ekonomi dari keputusan Presiden Jokowi. Pihaknya akan membidik salah satu proyek itu nantinya bakal fokus pada penyediaan listrik dan jalan lintas negara.

“Sarawak dan Sabah yang bertetangga dengan Kalimantan akan diuntungkan secara ekonomi, jika rencana pemindahan ibukota Indonesia benar-benar terwujud ,” kata Hamzah, seperti dilansir New Straits Times, Sabtu (17/8).

Hamzah menyatakan, Malaysia bisa menjual daya listrik, jika produksinya berlebih, dari pembangkit tenaga air Bakun di Belaga kepada pemerintah Indonesia.

Di samping itu, dia menyatakan bisa saja nantinya pemerintah kedua negara membangun proyek bersama jalan lintas batas dan bandara, untuk memperbaiki transportasi.

“Rencana itu memang visioner. Tapi bagaimanapun juga kami tidak berani berspekulasi, tetapi akan terus bersiap. Ini seperti pasar lunak. Gagasan seperti ini bisa mempengaruhi industri,” ujar Hamzah.

Menteri Pekerjaan Umum Malaysia, Baru Bian, juga menyatakan menyambut baik rencana Jokowi memindahkan ibu kota ke Kalimantan. Jika rencana itu terwujud, pihaknya mengaku siap menggarap proyek jalan tol Trans Kalimantan, yang menghubungkan Sabah, Sarawak, Kalimantan, hingga Brunei Darussalam.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo menyebut Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah jadi wilayah paling siap untuk menjadi ibu kota baru dari sisi luas wilayah. Namun, menurutnya banyak faktor yang perlu dipertimbangkan untuk menjadikan sebuah kawasan jadi ibu kota menggantikan DKI Jakarta.

Sementara itu, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menargetkan pembangunan (groundbreaking) infrastruktur ibu kota baru bisa dimulai pada 2021 mendatang.

(der/fin)