Abdul Somad Dinilai Nistakan Agama, Politis Nasdem Desak Pemerintah Usut Tuntas

FIN.CO.ID, Jakarta- Potongan video ceramah Ustad Abdul Somad viral. Ceramah itu, Abdul Somad menyinggung patung salib. Menurut ulama jebolan Unversitas Al Ahzar Cairo itu, dalam patung salib terdapat jin kafir.

Pernyataan Abdul Somad ini dianggap menistakan Agam Kristen. Politisi Partai Nasedem Birgaldo Sinaga angkat bicara. Dia meminta Negara mengusut tuntas dugaan penodaan agama yang dilakukan Abdu Somad.

“Negara harus hadir. Negara harus cepat  bertindak.  Negara itu diwakili oleh pemerintahan Presiden Jokowi. Presiden Jokowi sebagai kepala negara kepala pemerintahan punya mandat menjaga nilai Pancasila ini,” tulis Sinaga  melalui akun facebooknya, Sabtu (17/8)

Dia menilai, Jika negara  membiarkan dan mendiamkan  masalah ini, maka akan pemicu api kebencian dan intoleransi.

“Jika negara menganggap angin lalu dan tidak bersikap,  percayalah suatu saat ketika magma api kebencian dan intoleransi itu membesar,  ledakan dan letupan akan terjadi,” kata Sinaga.

“Negara  harus melihat ucapan Somad itu bak racun yang sedang menularkan virus perongrongan pada nilai Indonesia kita.  Nilai kebhinekaan tunggal ika. Nilai persatuan Indonesia kita,” pungkasnya. (dal/fin).

Berikut pernyataan lengkap Birgaldo Sinaga:

Negara Harus Hadir Menyelesaikan Ucapan Penghinaan dan Kebencian Abdul Somad

Oleh: Birgaldo Sinaga

Sejarah  ribuan tahun mencatat hinaan,  nistaan,  cemoohan,  ejekan pada Yesus Kristus tdk mengurangi kemuliaan Yesus.

Hinaan, ejekan dari Abdul Somad yang mengatakan salib patung Yesus Kristus itu adalah jin kafir tidak akan membuat kita berfatwa halal darahnya.  Tidak.  Tidak ada dalam ajaran Kristen seperti itu.

Yang membuat kita sebagai sesama anak bangsa miris dan sedih adalah ucapannya itu akan menyemai bibit kebencian baru.  Perbedaan sebagai  rahmat Ilahi dijadikan  musuh yang harus dimusuhi. Keberagaman sebagai keniscayaan dianggap sesuatu yang aneh.  Tidak lagi saling menghargai saling melengkapi.

Kita tahu terorisme bermula dari intoleransi.  Ketika orang berubah menjadi intoleran perlahan ia juga akan berubah menjadi radikal. Intoleransi bermula dari penolakan pada nilai pluralisme atau keberagaman.   Kebhinekaan.  Penolakan pada nilai pluralisme ini dimulai dari faham yang menilai orang di luar kelompoknya adalah salah,  sesat,  pendosa,  kafir,  setan,  iblis,  penyembah berhala,  jahat dlsb.

Pada suatu titik tertentu,  jika ini terus membesar akan terjadi titik singgung yang saling bergesekan.  Ini bak bara api dalam sekam.  Yang jika dipandang sepele akan membakar hubungan persaudaraan sesama anak bangsa.

Untuk itu,  negara harus hadir. Negara harus cepat  bertindak.
Negara itu diwakili oleh pemerintahan Presiden Jokowi. Presiden Jokowi sebagai kepala negara kepala pemerintahan punya mandat menjaga nilai Pancasila ini.

Negara  harus melihat ucapan Somad itu bak racun yang sedang menularkan virus perongrongan pada nilai Indonesia kita.  Nilai kebhinekaan tunggal ika. Nilai persatuan Indonesia kita.

Jika negara  membiarkan dan mendiamkan  masalah ini,  menganggap angin lalu dan tidak bersikap,  percayalah suatu saat ketika magma api kebencian dan intoleransi itu membesar,  ledakan dan letupan akan terjadi.

Dan jika itu terjadi,  sia-sialah semua yang kita bangun selama ini.

Saya mendesak negara turun tangan menyelesaikan persolaan ini.

Salam perjuangan penuh cinta

Birgaldo Sinaga.

Baca : Sebut Salib Ada Jin Kafir, Ustad Abdul Somad Dipolisikan