Stop Pengiriman TKI ke Hongkong

FIN.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia didesak untuk bertindak cepat melindungi calon tenaga kerja migran dan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang hendak pergi dan yang sudah berada di sana.

Direktur Migrant Care, Wahyu Susilo meminta, Pemerintah Indonesia untuk menghentikan sementara pengiriman TKI ke Hongkong, menyusul kondisi politik negara tersebut semakin genting.

” Ada sekitar 250.000 TKI yang saat ini berada di sana. Langkah yang harus segera dilakukan adalah untuk sementara menghentikan arus masuk calon pekerja migran ke Hong Kong,” kata Wahyu, Rabu (14/8)

Menurut Wahyu, apabila situasi makin tak terkendali, perlu ada langkah lanjutan oleh pemerintah.

“Jika suatu semakin memburuk, opsi evakuasi merupakan langkah yang bisa dipertimbangkan terutama untuk kawasan-kawasan dengan tingkat konflik yang tinggi,” ucapnya.

Sementara itu, berkenaan dengan situasi keseluruhan Departemen Luar Negeri Indonesia telah menghimbau warga negara Indonesia (WNI) untuk menunda perjalanan mereka ke Hong Kong.

Dalam keterangan resminya, Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) meminta WNI untuk tidak bepergian ke Hong Kong apabila situasinya tidak mendesak.

WNI diimbau, menunda perjalanan ke wilayah China itu hingga situasi di sana lebih kondusif.

“Bagi yang merencanakan bepergian ke Hong Kong, agar mencermati perkembangan keamanan terakhir, termasuk melalui aplikasi safe travel Kemlu,” demikian bunyi pernyataan resmi Kemenlu.

Sementara itu, WNI yang tinggal di Hong Kong diimbau untuk menjauhi lokasi unjuk rasa dan tidak berpartisipasi dalam aksi tersebut.

Pada hari Senin (12/8), lebih dari 5000 pengunjuk rasa berbagai usia menduduki gedung terminal penumpang di Bandara Internasional Hong Kong. Situasi itu membuat seluruh penerbangan di Bandara tersebut dibatalkan namun telah dibuka kembali keesokan harinya.

Aksi unjuk rasa besar-besaran ini telah berlangsung berhari-hari sejak Jumat (9/8) dan dilaporkan berbagai media asing telah mengganggu aktivitas warga setempat.

Juan Marvin, salah seorang WNI yang tinggal di Hong Kong mengatakan, sejauh ini masih merasa aman dan hanya sedikit merasa terganggu dengan unjuk rasa pro-demokrasi tersebut.

“Kebetulan area protesnya jauh dari kantor ya, jadi kerja pun jalan terus. Memang ada sempat satu hari sih di mana para pengunjuk rasa mengganggu jalannya MTR (kereta bawah tanah di beberapa lokasi,” kata Marvin.

(der/abc/rls/fin)