Modus Baru Penyelundupan Narkoba dari Aceh

Foto Istimewa

FIN.CO.ID, JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menggagalkan aksi penyelundupan ganja kering seberat 500 kg asal Aceh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (12/8) malam. Dalam pengungkapan ini, empat pelaku diamankan.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan, pengungkapan penyelundupan ganja oleh jaringan bandar narkoba asal Aceh ini, merupakan pengembangan kasus sebelumnya, di Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (8/8) lalu.

“Ya ini kelanjutan operasi kita. Pada hari Kamis yang lalu, yang saat itu tim berhasil membongkar penyelundupan ganja dengan modus dimasukan di dalam tabung kompresor, di SDN 02 Kramat Jati, Jakarta Timur,” ujar Arman kepada wartawan, Senin (12/8) malam.

Menurut Arman, pada kasus sebelumnya, BNN berhasil mengamankan enam pelaku dengan barang bukti 240 kg ganja. Adapun di Pelabuhan Tanjung Priok ini, pihaknya menangkap empat pelaku jaringan bandar narkoba asal Aceh, berikut BB ganja seberat 500 kg.

“Empat pelaku ini kita tangkap di tempat berbeda, dan masing-masing punya peran yang berbeda pula. Jadi, tadinya cuma satu orang pelaku di TKP, tapi saat ini berkembang empat orang, di mana tiga lainnya ada yang ditangkap di daerah Ciledug (Tangerang), di Aceh, dan di Banten,” jelasnya.

Adapun peran keempat pelaku ini, kata Arman, pertama pelaku yang ditangkap di Tanjung Priok berperan sebagai sopir penjemput barang. Lalu pelaku kedua yang ditangkap di Ciledug, berperan sebagai penanggung jawab untuk siapkan gudang penyimpanan.

“Pelaku kedua yang tugasnya menyiapkan gudang ini, dalam rangka untuk menyimpan barang. Lalu, dari gudang itu nantinya juga bila ada pesanan bisa langsung didistribusikan olehnya sesuai permintaan,” terang Amran.

Lanjut Arman, untuk pelaku ketiga yang ditangkap di Aceh punya peran sebagai pengirim narkoba yang dimasukkan dalam kendaraan, kemudian dikirim melalui ekspedisi kapal laut. Dan terakhir, pelaku keempat berperan sebagai pengendali.

“Dia kita tangkap di daerah Banten,” ucapnya.

Sementara itu Arman menyampaikan, hasil dari pengungkapan kasus tersebut tim BNN menyita ganja, sebanyak 445 bungkus yang beratnya sekitar 500 kg.

“Dari informasi yang kami terima, barang bukti ini akan didistribusikan ke Jakarta dan wilayah lain di Pulau Jawa,” ungkapnya.

Tak cuma ganja saja yang berhasil disita BNN, Arman menyebut, pihaknya juga berhasil menyita satu mobil minibus warna silver bernopol B 7770 IE yang telah dimodifikasi dengan pelat baja di bagian bawah jok, dimana sebagai ruang menyimpan ganja yang akan diselundupkan tersebut.

Arman menuturkan, mobil itu sengaja dimodifikasi guna mengelabui petugas saat dikirim ke menggunakan sebuah kapal roll on roll off bernama Sakura Ekspess.

“Saat kita amankan mobil minibus diangkut dengan sebuah truk, kemudian dibawa ke Jakarta menggunakan kapal roll on roll. Tujuannya, untuk kamuflase agar bisa aman tanpa dicurigai oleh petugas. Modus ini terbilang baru biasanya, kalau ganja paling banyak jalur darat menggunakan truk, kendaraan pribadi atau bus lintas Sumatera,” tuturnya.

Arman menambahkan, berdasarkan keterangan para pelaku diketahui ganja tersebut dikirim dari Pulau Bangka dan bersandar di terminal dua Pelabuhan Tanjung Priok pada sore ini. Dan dari pengakuan para pelaku juga, aksi mereka sudah tiga kali dengan motif dan jumlah yang berbeda.

“Menurut keterangan tersangka ini sudah tiga kali, modus beda, dan jumlah beda-beda tapi jumlahnya ratusan kilogram dan ini yang paling besar jumlahnya serta barang semua dari Aceh,” tambah Jenderal Polisi bintang dua tersebut.

“Sampai dengan saat ini kasusnya masih kita dalami, dan kembangkan lagi guna menangkap para pelaku lainnya,” tutup Arman.

(Mhf/gw/fin)