Hambat Perkembangan Kanker Serviks dengan Rumput Laut

FIN.CO.ID, MAKASSAR – Kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang cukup mematikan. Data yang dilansir dari badan internasional peneliti kanker atau Internasional Agency for Research on Cancer (IARC) pada tahun 2014, lebih dari 94 ribu wanita Indonesia yang meninggal karena kanker serviks.

Data lain dari Global Cancer Observatory di tahun 2018, diperkirakan 32.469 wanita penderita kanker serviks baru per tahun di Indonesia, dengan angka kematian mencapai 18.279 orang. Angka ini yang membuat Indonesia menduduki urutan kedua kasus kanker serviks terbanyak di dunia.

Dosen prodi Biologi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Mashuri Masri mengatakan, kanker serviks bisa ditanggulangi dengan rumput laut cokelat. Tumbuhan dengan nama latin pseudomonas putida yang bersimbiosis ini mengandung enzim L-aspariginase untuk mengambat penyerapan asam amino asparagin (sumber energi pertumbuhan sel kanker (sel HeLa)).

Enzin L-asparaginase ini mengubah asparagin menjadi aspartat. Hal ini membuat pertumbuhan sel kanker bisa terhambat, bahkan bisa terjadi penyusutan. Selain itu enzim L-aspariginase juga bisa menghambat penyerapan asparagin yang diproduksi oleh sel normal yang diserap oleh sel kanker serviks.

“Bakteri pseudomonas putida dari rumput laut memiliki kemampuan adaptasi yang baik dikondisi yang cukup ektrem.

“Selama ini pegobatan kanker dilakukan dengan terapi menggunakan obat-obat sintetik dan radiasi. Metode ini banyak menimbulkan efek samping dan cukup mahal, sehingga banyak yang melakukan penelitian pengobatan dari bahan alam yang seperti saya lakukan,” ungkapnya.

Ketua jurusan Prodi Biologi UIN Alauddin Makassar ini menambahkan masyarakat secara alami bisa menggunakan sargassum polycystum sebagai obat antikanker serviks alami. Caranya dengan mengonsomsinya secara langsung. Dengan catatan harus fres dan tidak dilakukan pemasakan.

Pemanasakan akan membuat enzim yang terdapat sargassum polycystum akan rusak, sehingga yang dikonsumsi hanya karbohidrat saja. Cukup dicuci dengan air bersih dan dikonsumsi dalam keadaan mentah.

“Mengonsumsi rumput laut sargassum polycystum merupakan cara yang bisa dilakukan oleh masyarakat. Sekali saya ingatkan jangan dimasak,” tambahnya.

(edo/dni)