PLN Antisipasi Blackout Siapkan Pasukan Khusus

FIN.CO.ID, JAKARTA – Mati listrik massal alias blackout di separuh pulau Jawa pada pekan lalu tidak boleh terulang kembali. Untuk itu, PLN telah menyiapkan beberapa langkah antisipasi salah satunya yakni adanya pasukan khusus.

Pasukan khusus terlatih atau juga dikenal tim Pekerjaan Dalam Keadaan Darurat Bertegangan (PDKDB) ini tugasnya antara lain pemelihaan, perbaikan, dan penggantian isolator, konduktor maupun komponen lainnya pada jaringan listrik.

“Kami harapkan pasukan ini dapat menjaga keandalan suplai listrik bagi masyarakat,”ujar Vice President Public Relations PT PLN (Persero), Dwi Suryo Abdullah kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (12/8).

Dia mengatakan, saat ini PLN memiliki sebanyak 1.321 pasukan PDKB yang tersebar se-Indonesia, terbagi menjadi PDKB Tegangan Extra Tinggi (TET) dan Tegangan Tinggi (TT) sebanyak 351 personil, Tegangan Menengah (TM) sebanyak 970 personel.

“Pasukan PDKB ini telah memiliki berbagai sertifikasi,” ucap Dwi.

Dia menjelaskan, sertifikasi yang dimaksud adalah sertifikasi internal PLN, Sertifikasi internasional dari Omaka New Zealand dan Terex Ritz Brazil, sertifikasi Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (DJK) Kementerian ESDM terkait bidang dan level kompetensinya.

Selain itu, PLN juga telah menyiapkan pembangkit-pembangkit berdaya besar untuk memastikan suplai listrik berjalan lancar, terutama di daerah yang memerlukan daya besar seperti Jabodetabek.

Sementara GM PLN UTD, Ikhsan Assad mengatakan, bahwa suplai listrik untuk Jabodetabek tidak hanya dari pembangkit besar di Paiton.

“Sebetulnya saat ini juga sudah ada pembangkit listrik yang cukup besar untuk menyuplai listrik Jabodetabek yakni PLTGU Muara Karang 1500 Mega Watt (MW) dan PLTGU Priok 2000 MW,” ujar Ikhsan kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (12/8).

General Manager PJB UP MKR, Rahmat Azwin mengungkapkan, bahwa UP Muara Karang saat ini dalam proses pengembangan dan pembangunan lebih lanjut untuk mendukung keandalan kelistrikan di Jawa khususnya DKI Jakarta.

Sampai saat ini UP MKR dalam proses pembangunan PLTGU Blok III kapasitas 500 MW, di 2020 masuk sistem, hingga saat ini kebutuhan DKI Jakarta sebesar kurang lebih 5500 MW, 30 persennya dipasok oleh Muara Karang. Papar Azwin.

Menurutnya UP MKR terus berkembang, hingga saat ini setiap tahunnya berhasil membangkitkan energi listrik rata-rata 7.900 GWh yang disalurkan melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 kV ke sistem interkoneksi Jawa Bali.

Peneliti Power System/Energi Management Specialist, Agus P Tampubolon mengungkap peristiwa pemadaman listrik pada Minggu (4/8) lalu.

Selama ini tidak banyak yang tahu kalau suplai listrik untuk Jakarta harus dikirim dari Jawa Timur. Karena pembangkit terbesarnya ada di Paiton Jawa Timur. Makanya harus ada pengiriman listrik dalam jumlah besar dari Jatim ke Jakarta sekitar 3.000 Mega Watt (MW).

“Sebetulnya kalau terjadi gangguan ada mekanisme pertahanan dari sistem atau isolasi letak gangguannya di mana, ini kan bebannya ada di Barat sedangkan pembangkit dagangannya ada di Timur, idealnya jumlah pembangkit harus seimbang antara barat, tengah, dan timur untuk Jawa Bali,” jelas Agus di Jakarta, baru-baru ini.

Lanjut Agus, saat ini PLN sedang menyiapkan transformasi dari timur ke barat, PLN merencanakan membangun pembangkit-pembangkit baru di wilayah barat untuk menyuplai kebutuhan listrik di Jabodetabek dan Jawa Barat.

“Ternyata ada kejadian ini lebih cepat sebelum pembangkit yang disiapkan PLN siap,” tukas Agus.

(ds/din/fin)