Nafas Tersengal Menuju Mina

Beranda Feature Nafas Tersengal Menuju Mina

FIN.CO.ID, MAKKAH – Syamsuri (70) pria asal Kedungreja dan Mustatir (53) asli Sidareja bertemu saat akan berangkat untuk lontar jumrah aqabah, tepatnya jelang masuk terowongan Muaeshim, kemarin.

Mustatir mendapati Syamsuri sedang membantu istrinya yang tengah kelelahan. Syamsuri sendiri kondisinya tidak jauh beda, nafas tersengal. Setelah mendapat perawatan pertama, istri Syamsuri akhirnya dievakuasi petugas kesehatan untuk dapat tindakan lanjutan.

Aqabahnya dibadalkan oleh sang suami yang melanjutkan perjalanan bersama Mustatir. Keduanya lalu menuju arah Mina melalui jalur lantai tiga. berharap segera bertemu istri, lepas ihram yang sudah dikenakan tiga hari. Sayang, fisik Syamsuri tidak sekuat Mustatir. Lutut kananya terasa sakit setiap dibawa jalan lebih lima menit. Sempat diperiksa tenaga kesehatan haji Indonesia (TKHI) yang lewat, tapi sepertinya sakit itu masih suka kumat.

Syamsuri dan Mustatir memutuskan untuk istirahat. Berharap ada petugas bawa kursi roda yang belum ada penumpangnya. Keduanya sedang duduk di pinggir jalan, saat petugas bertemu mereka, 100 meter jelang masuk terowongan.

Syamsuri mengeluh, tidak kuat berjalan karena kaki kanannya sakit (dengkul). Sayang, petugas yang menghampiri juga tanpa kursi roda yang diharapkannya. Jalur mina jamarat memang hanya bisa ditempuh jalan kaki. Moda kursi roda boleh, tapi jumlahnya tidak sebanding dengan jemaah yang membutuhkan.

Setelah menerima penjelasan, Syamsuri memutuskan berjalan pelan, semampunya, dibantu Mustatir dan satu petugas haji yang mengapit kiri kanannya. Ketiganya berjalan perlahan. Seringkali Syamsuri nampak tertatih menahan sakit.

Kemampuan lutut kakinya semakin terbatas menahan beban tubuh, di usianya yang mencapai 70. Rerata tiap berjalan pelan sekira 20meter, Syamsuri minta berhenti, lalu duduk, selonjorkan kaki untuk dipijiti.

Mustatir tampak setia menemani. Diambilkannya minuman yang tersedia di banyak tempat terowongan yang mengarah ke Mina. Sesekali tampak dia ikut bergantingan dengan petugas, untuk memijat kaki sohibnya.

Demikian dan seterusnya. Terhitung, sekira 10 kali mereka duduk beristirahat untuk alasan yang sama. Mustatir setia. Dibantunya Syamsuri setiap kali akan berdiri karena itu menjadi adegan tersulit baginya. “Aduh, sakit,” sering Syamsuri mengeluh saat akan berdiri. Mustatir tak sungkan membantu, sediakan tangannya untuk jadi pegangan.

Perjalanan dilanjutkan hingga menjelang ujung terowongan. Tetiba, Mustatir berkata, “Bapak namanya siapa?” yang kemudian dijawab pria 70 tahun yang kurang sehat itu dengan menyebutkan namanya. “Syamsuri. Kalau bapak?” “Saya Mustatir,” jawabnya.

Sontak petugas haji yang mendengar percakapan keduanya kaget. Lho, mereka ternyata belum saling kenal nama. Namun, itu tak menghalangi keduanya untuk saling membantu satu dengan lainnya. Oleh petugas, keduanya dibawa ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia untuk diperiksa kesehatannya.

(ful/fin)

Baca Juga

Rekomendasi Lainnya

Rasis! Pemilik Akun Ambroncius Nababan Sebut Natalius Pigai Gorila, Tokoh NU Mengecam Keras!

JAKARTA- Ramai di media sosial netizen mengecam akun facebook bernama Ambroncius Nababan yang diduga sebagai pendukung Presiden Joko Widodo dan Basuki Tjahja Purnama atau...

Muannas ke Pandji Pragiwaksono: Mau Dukung Anies Silahkan, Mau Dekat FPI Monggo, Tapi gak Mesti Melawan Hukum

JAKARTA- Politikus PSI, Muannas Alaidid menilai, apa yang disampaikan aktor Pandji Pragiwaksono terkait Front Pembela Islam (FPI), merupakan ucapan yang melawan negara. Sebab, ucapan...

Infografis: Statistik Covid-19 di Indonesia Sabtu, 23 Januari 2021

JAKARTA - Update Infografis percepatan penanganan COVID-19 di Indonesia per tanggal 23 Januari 2021 Pukul 12.00 WIB.

Pose Bareng Cinta Laura, Netizen Salfok Jari Angga Yunanda

JAKARTA - Aktris Cinta Laura baru-baru ini sukses mencuri perhatian para netizen. Melalui akun Instagram pribadinya, Cinta membagikan foto saat dirinya tengah berpose berdua...

Baca Juga

Berita Terbaru

Foto-Foto

News