Meratapi Kesedihan Warga Muslim di Lembah Kashmir

Beranda Feature Meratapi Kesedihan Warga Muslim di Lembah Kashmir

Jangankan Berkirim Kabar, Menyampaikan Duka Saja Dilarang!

Militer India memberlakukan jam malam di kawasaan lembah Kashmir. Tak ada kebebasan. Sunyi dan mencekam. Sekali pun bagi mereka yang ingin meratapi kepergian keluarganya yang wafat. Jangankan untuk menyampaikan duka, berkirim kabar pun dicekal. Semua jenis komunikasi dilarang. Listrik padam. Kepedihan merenda duka.
Laporan Tauseef Mustafa

Editor Syaiful Amri

KETIKA ayahnya tiba-tiba meninggal minggu kemarin di Srinagar, Irfan Ahmad Bhat hanya bisa tertunduk. Saat menengadahkan wajah, matanya merah. Mencoba menyembunyikan air mata yang terus saja mengalir deras.

Militer mencegah anggota keluarga berkumpul untuk memberikan penghormatan. Keluarga yang lain pun tak perlu dikabari. Dilarang!.

“Penyesalan terbesar saya saat kerabat dekat ayah saya tidak bisa melihat wajahnya untuk terakhir kalinya. Apalagi melakukan ritual terakhirnya,” tuturnya.

Di Srinagar selama satu minggu tanpa internet atau telepon. Nyaris 1,5 juta orang di kota terkurung di rumah. Kecuali mereka memiliki izin keluar jam malam. Itu pun sulit.

Penguncian dan pemadaman komunikasi diberlakukan oleh puluhan ribu pasukan yang dikerahkan pemerintah nasionalis Hindu New Delhi untuk mendukung langkahnya pada hari Senin untuk menghapus wilayah otonomi mayoritas Muslim.

Begitu ketatnya batasan sehingga Bhat hanya bisa memberi tahu empat anggota keluarga yang tinggal di Srinagar bahwa ayahnya yang berusia 58 tahun telah meninggal dunia.

Masa berkabung yang tepat hanya bisa berakhir ketika seluruh keluarga telah diberitahu, tetapi “Saya tidak tahu berapa lama,” tambahnya dengan berlinang air mata.

Kondisi ini bentuk ilustrasi nyata dari kerasnya Clampdown yang mengubah Srinagar menjadi labirin gulungan kawat silet. Barikade dan pos pemeriksaan yang memblokir jalan dan jalur kecil yang sama.

Penghuni hanya bisa berjalan di depan umum dalam bentuk satu atau dua. Beberapa mobil di jalanan terpaksa mengambil rute zig-zag yang rumit antara titik-titik keamanan.

“Saya berjalan beberapa mil di tengah malam dan dapat memberi tahu beberapa kerabatnya. Itu menakutkan,” kata Manzoor Ahmad, seorang anggota keluarga yang duduk di rumah orang mati di distrik Fatehkadal di kota tua Srinagar.

Mohammad Siddiq, kakak ipar ayah Bhat, mengatakan situasinya bahkan lebih buruk daripada beberapa dekade lalu, sebelum sebagian besar warga Kashmir memiliki sambungan telepon pribadi.

“Di masa lalu, ketika tidak ada telepon, empat orang akan berangkat ke empat arah untuk memberi tahu semua orang tentang kematian dalam keluarga, tetapi hari ini kita tidak bisa melakukan itu,” kata Siddiq.

Dan meningkatnya tingkat stres yang disebabkan oleh kuncian militer berarti bahwa secara tak terduga memanggil teman atau kerabat-terutama di malam hari – lebih mungkin memicu ketakutan dalam rumah tangga.

Kerabat lain dari ayah Bhat, Umar Bhat, mengatakan ia awalnya panik ketika seseorang datang untuk menyampaikan berita kematian dalam keluarga.”Saya mendengar pintu kami diketuk larut malam dan seseorang memanggil nama saya. Saya sangat takut, mengira polisi datang untuk membawa saya pergi sebelum saya menyadari itu adalah sepupu saya,” katanya.

Di luar rumah ayah Bhat, para prajurit yang mengenakan peralatan anti peluru mengawasi sebuah gulungan besar pisau cukur yang tersebar di sebuah jalur yang memotong lingkungan itu.

“Apa yang bisa kita lakukan? Tempat ini sekarang ditutupi kawat berduri,” kata seorang pria di jalan, mengidentifikasi dirinya sebagai pengusaha tanpa menyebutkan namanya.

Di distrik terpisah kota, Rumah Sakit SMHS utama Srinagar hampir kosong pada hari Jumat, dengan sedikit pasien yang masuk.

Seorang dokter di unit gawat darurat mengatakan ada kurang dari sepersepuluh dari jumlah normal pasien sejak kuncian diberlakukan.

“Pada hari rata-rata kami melihat lebih dari 1.000 pasien, tetapi sekarang kurang dari 100 berhasil mencapai di sini,” kata dokter, yang juga menolak disebutkan namanya.

“Lebih dari separuh pasien sejak Senin ditemukan secara klinis bugar, tidak ada masalah. Mereka hanya menderita stres dan histeria,” katanya. Tragis! (afp/fin)

Baca Juga

Tabur Bunga di Makam Eyang, Rahayu Saraswati Tuliskan Puisi

TANGERANG - Pagi tadi, Senin (17/8) bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo melakukan tabur bunga di makam kedua eyangnya di TMP Taruna,...

Dari Kain Tenun Berantai Kaif Nunkolo sampai Busana Teluk Belangga

JAKARTA – Kesederhaanaan namun menawan, begitu tercermin dalam upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2020 di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin (17/8). Suasana...

Inilah Wajah-Wajah Tim Sabang, Pasukan Pengibar Bendera

JAKARTA - Tiga anggota Paskibraka Nasional 2020 telah ditugaskan untuk mengibarkan Sang Merah Putih di halaman Istana Merdeka pada Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik...

Jika Membayangkan Cikeusik, Hati Saya Perih

KISAH RELOKASI PAHIT AHMADIYAH CIKEUSIK Sudah sembilan tahun lamanya, Nayati (44) dirundung kesedihan. Wanita yang menjadi saksi mata prahara penyerangan Ahmadiyah Cikeusik, Pandeglang tidak hanya...

Di Masjid Mahmuddah, Warga Ahmadiyah Tangerang Berbagi Berkah

TANGERANG- Kumandang azan ashar menggema dari speaker Masjid Mahmuddah. Seruan untuk melaksanakan ibadah. Dari gerbang yang sempit, belasan jamaah mulai memasuki pelataran parkir masjid...

Berita Terbaru

Tottenham vs Chelsea: Murid Bandel

LONDON — Derbi London antara Tottenham Hotspur dan Chelsea menjadi pembuka laga babak 16 besar Carabao Cup, dini hari nanti. Sama-sama menelan hasil buruk...

Beacukai dan Kepolisian Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia

Bengkalis- Petugas gabungan Bea Cukai dan Kepolisian Resort Bengkalis berhasil gagalkan penyelundupan narkotika yang dibawa dari Malaysia pada Jumat (18/09). Dari penindakan tersebut, petugas...

11 Ribu Kartu Tani telah Didistribusikan di Kotawaringin Barat

KOTAWARINGIN BARAT – Persiapan penerapan Kartu Tani terus dilakukan Kementerian Pertanian. Di Kotawaringin Barat, tidak kurang 11 ribu lembar Kartu Tani telah didistribusikan ke...

Awasi Konten Pilkada

JAKARTA - Lembaga penyelenggara pemilu dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bakal memperkuat pengawasan konten kampanye Pilkada 2020 di internet. Anggota Bawaslu RI, Fritz...

RUU Cipta Kerja Masih Berpolemik

JAKARTA - Kebijakan Jaminan Kelangsungan Pekerja (JKP) dalam RUU Cipta Kerja yang saat ini dibahas di DPR RI menjadi polemik. Legislatif menyebut, aturan soal...

Deklarasi KAMI Dibubarkan, Fadli Zon: Persekusi Terhadap Demokrasi

JAKARTA- Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), yang dihadiri oleh Gatot Nurmantyo di Surabaya, diwarnai dengan aksi demonstrasi. Massa menolak acara itu digelar karena sarat...

Wartawan Dilibatkan dalam Perang Melawan Covid-19

JAKARTA - Ribuan wartawan akan dikerahkan dalam upaya melawan COVID-19. Mereka akan terlibat langsung dalam upaya mengubah perilaku masyarakat melalui pesan-pesan positif. Ketua Satuan Tugas...

Subsidi Kuota Terancam Mubazir

JAKARTA - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai, bahwa pembagian subsidi kuota internet bagi guru, siswa, mahasiswa dan dosen oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan...

Nusantara

Teliti Tikus, Lacak Penyebaran Leptospirosis di Desa Tasikmadu

PURWOREJO - Seorang warga di Desa Tasikmadu Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo dilaporkan telah terpapar penyakit Leptospirosis. Laporan itu ditindaklanjuti petugas Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan...

Pilkada, Ganjar Larang Kampanye Terbuka

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan tidak boleh ada gelaran kampanye terbuka dalam Pilkada Serentak 2020 di Jawa Tengah. Jika ada pasangan...

News

Deklarasi KAMI Dibubarkan, Fadli Zon: Persekusi Terhadap Demokrasi

JAKARTA- Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), yang dihadiri oleh Gatot Nurmantyo di Surabaya, diwarnai dengan aksi demonstrasi. Massa menolak acara itu digelar karena sarat...

Tengku Zul Nyindir Denny Siregar: Ente Pernah Jadi Apa Selain Buzzer?

JAKARTA- Pegiat media sosial, Denny Siregar dan Ustad Tengku Zulkarnai 'perang' komentar di twitter. Keduanya mengomentari deklarasi Koalis Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dibubarkan...

Tengku Zulkarnain ke Denny Siregar: KAMI Itu HTI? Cekak Banget

JAKARTA- Ustaz Tengku Zulkarnain angkat bicara terkait batalnya acara deklarasi KAMI Jawa Timur di Gedung Juang 45, Surabaya, Senin (28/9/2020). Menurutnya sebagai warga negara Indonesia,...

Satu Tahanan KPK Dirujuk ke RSPAD

JAKARTA - Seorang tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diketahui positif terpapar COVID-19. Tahanan tersebut mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur,...

Jutaan Rokok Ilegal Diamankan Bea Cukai

JAKARTA– Bea Cukai kembali melancarkan penindakan terhadap rokok ilegal di tiga tempat terpisah. Penindakan tersebut kali ini berhasil dilakukan oleh Bea Cukai Makassar, Bea...

ICW Balas KPK

JAKARTA - Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana menyatakan tak semua pihak yang berada di sebuah gelanggang pertempuran disebut pejuang. Ia menyebut, terdapat...

Kontroversi Jabatan Eks Tim Mawar

JAKARTA - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut Keputusan Presiden (Keppres) pengangkatan Brigjen TNI Yulius...