Maudy Ayunda Bulan Depan Masuk Kuliah di Standford

Aktris Maudy Ayunda saat berpose di depan patung John Harvard yang legendaris. Foto: Instagram maudyayunda

FIN.CO.ID, JAKARTA – Aktris multitalenta Maudy Ayunda bulan depan depan akan terbang ke Universitas Stanford, Amerika Serikat (AS). Pemain film Perahu Kertas itu pada September mendatang sudah mulai mengikuti perkuliahan.

Di universitas bergengsi di dunia itu, Maudy mengambil dua jurusan sekaligus yakni Pendidikan dan Bisnis.

Wanita kelahiran Jakarta 25 tahun itu akan meninggalkan Indonesia selama dua tahun demi menggapai cita dan mimpinya.

Diakui pelantun lagu “Untuk Apa” itu, bahwa dirinya sangat berat meninggalkankampung kelahirannya dengan dalam waktu yang tdak sebentar.

Memang berat sekali meninggalkan Indonesia. Tapi ya senang bisa kuliah di universitas ternama. Saya harus selesaikan pekerjaan bulan ini, ujar dia di Jakarta, kemarin (7/8).

Soal administrasi dan segala macam dokumen untuk tinggal lama di AS, Maudy mengaku sudah diselesaikan semua. Dia pun sudah tenang, tinggal menyelesaikan pekerjaannya sebagai seorang artis karena tidak mau wanprestasi kontrak kerja.

Saya sudah urus student visa, mengemasi barang-barang, membereskan administrasi dan tempat tinggal di sana. Semua sudah beres, sudah tenang, ucap dia lagi.

Cewek berambut panjang ini akan membawa baju secukupnya. Ya tidak terlalu banyak dan juga tidak sedikit. Bawa baju nggak kebanyakan, juga nggak sedikitan, kata dia.

Ada barang khusus yang tidak ada di AS yakni bantal guling. Karenanya dia akan membawa bantal guling agar tidurnya bisa nyenyak.

Soalnya di sana (AS) nggak yang jual bantal guling. Jadi aku bawa bantal guling yang masih kempes, lalu dimasukin ke koper. Bawa dari Jakarta, sambungnya.

Sebelumnya di Twitter, kabar diterimanya Maudy Ayunda di dua universitas ternama yakni Universitas Stanford dan Harvard, membuat geger media sosial. Warganet memuji dan kagum akan kepintaran aktris milenial itu, sehinggamenjadi contoh anak-anak muda lainnya.

Dia sempat galau memilih Standord atau Harvard. Namun akhirnya dia memutuskan memilih Stanford dengan alasan salah satunya intuisinya mengatakan bahwa pilhannya sangat tepat.

(din/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here