Diklaim Cukup, Elpiji Tetap Langka

FIN.CO.ID, MAKASSAR – Kelangkaan elpiji subsidi 3 kilogram sudah sering terjadi. Namun tak ada solusi.
Beberapa pekan terakhir, sulitnya mendapat elpiji 3 kg jadi keluhan ibu rumah tangga. Kelangkaan terjadi di sejumlah kecamatan di Kota Makassar. Sudah bertahun-tahun masalah tersebut terjadi. Pertamina klaim stok cukup.

Tetapi konsumen mengaku sulit mendapat elpiji dipasaran.

Andani (30) warga Kecamatan Biringkanaya, mengaku kewalahan mencari gas 3 kg. Dia tak mempermasalahkan harganya, yang penting stok selalu ada.

“Sekarang tidak ada pakai tabung 12 kg karena berat.

Juga jarang dijual eceran. Harus ke agen atau SPBU,” ujarnya, Minggu, 4 Agustus.

Hal sama juga dialami Hikmah (29). Warga Rappocini Makassar itu disibukkan dengan elpiji 3 kg. Dia mesti keliling dari warung-warung mencari tabung melon. “Naikkan saja harganya, asal tidak langka,” harapnya.

Officer Communication Relation Pertamina MOR VII Sulawesi, Haris Yanuanza, mengakui stok masih aman. Dia berharap masyarakat membeli elpiji 3 kg sesuai kebutuhan dan peruntukannya.

“Jelang Idul Adha kami antisipasi lagi dengan menambah pasokan 2 persen. Ada 80 ribu tabung per hari tambahannya,” kata Haris, Minggu, 4 Agustus.

Kata Haris, coverage days Sulsel tersedia 11,3 hari. Rata-rata Penyaluran elpiji 3 kilogram untuk Kota Makassar dan sekitarnya itu 493,66 metrik ton per hari atau 164.553 tabung per hari. “Jadi sudah sesuai data pelanggan yang membutuhkan,” bebernya.

Hingga saat ini, Haris menegaskan pihaknya sangat konsen agar elpiji bersubsidi ini bisa benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak. Makanya ia meminta agen menjalankan tugas penyalurannya sesuai peraturan.

“Kami juga imbau ASN, pedagang, warga mampu jangan pakai gas subsidi,” tambahnya.

Haris juga meminta masyarakat agar melaporkan ke Pertamina jika ada agen yang nakal. Saran dan masukan terkait distribusi BBM dan elpiji, masyarakat bisa langsung menghubungi
call center Pertamina di 135.

(*)