Sering Buang Air Tanda Awal Uretritis

FIN.CO.ID, MAKASSAR – Uretritis merupakan peradangan pada uretra (saluran kemih). Sering buang air kecil salah satu tandanya.

Spesialis Kulit dan Kelamin, Rumah Sakit Akademis Jaury, Prof Prof Dr Muh Dali Amiruddin SpKK(K), FINSDV, FAADV mengatakan, uretritis adalah peradangan pada saluran kemih. Terbagi menjadi dua, yakni Uretritis Gonokokus (UG) dan Uretritis Non Gonore (UNG).

Pada UNG biasanya disebabkan bakteri klamidia, ureaplasma urealyticum, parasit trichomonas vaginalis protozoa dan virus herpes. UNG merupakan penyakit menular seksual yang dapat melibatkan beberapa organ. Serviks (mulut rahim), uretra salping, uterus, dan epididimis (saluran testis).

Pada wanita, UNG dapat menimbukan infeksi pada leher rahim, rahim, dan ovarium (indung telur) yang dapat menyebabkan ketidaksuburan dan kehamilan di luar rahim yang bisa berakibat fatal. Terbanyak pada kelompok usia 25 hingga 45 tahun, pekerja wiraswasta, dan pasangan pekerja seksual wanita.

Gejalanya pada wanita kadang tidak ada. hanya, beberapa bisa mengalami urgensi (desakan) berkemih yang lebih sering, disuria ringan (nyeri pada saat buang air kecil), nyeri di daerah pelvis, disparenia (rasa sakit pada daerah kelamin yang terjadi secara terus-menerus atau berulang ketika akan berhubungan seksual), disuria sedang, dan keluarnya duh (keluarnya cairan atau sekret) dari vagina. Manifestasi klinis UNG biasanya antara satu hingga tiga minggu setelah berhubungan intim dengan penderita.

Sedang pada pria, gejalanya berupa disuria ringan, perasaan tidak enak di saluran kemih, sering kencing, dan keluarnya duh. Lainnya, urin berwarna keruh, rasa terbakar dan bengkak pada penis, serta nyeri saat berhubungan seksual.

Beberapa pengobatandapat membantu mengatasi UNG. Yakni memeriksakan diri Anda ke dokter untuk memantau perkembangan gejala serta kondisi kesehatan. Jangan menggunakan obat yang tidak diresepkan oleh dokter, dan hentikan hubungan seks selama pengobatan atau lakukan hubungan seks yang aman.

Setelah rutin minum obat dan mematuhi semua anjuran dokter, UNG kemungkinan akan sembuh dalam kurun waktu sekitar satu sampai dua minggu. Selama masa ini, penderita belum diperbolehkan untuk berhubungan intim dengan pasangan sampai dokter menyatakan bahwa tubuh telah terbebas dari bakteri penyebab klamidia.

Tiga bulan kemudian masih harus pemeriksaan ulang guna memastikan bahwa tubuh memang telah benar-benar terbebas dari penyakit. Cara ini sekaligus mencegah kemungkinan bakteri klamidia berkembang lebih jauh jika ternyata masih ada, ujarnya.

Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Hikmah, dr Alwi Andi Mappiasse SpKK penyakit uretritis juga bisa akibat infeksi oleh bakteri e-colli. Hal ini karena kebiasaan membersihkan area dubur usai buang air besar dengan pembersihan dari belakang ke depan sehingga bakteri masuk ke vagina. Selain bakteri e colli, juga bisa disebabkan bakteri lain yang infeksinya melalui penularan hubungan seksual.

Kedua penyakit ini mungkin memiliki gejala yang sama, tetapi membutuhkan metode perawatan yang berbeda tergantung pada penyebab uretritis. Penyakit ini lebih rentan terkena pada wanita karena saluran kemihnya lebih pendek sehingga bakteri pun mudah masuk.

Pada wanita uretritis akibat penularan hubungan seksual dapat menyebabkan peradangan pada organ reproduksi secara menyeluruh hingga timbul sakit radang panggul. Pada pria, bisa menimbulkan epididimitis (peradangan di testis), yang akhirnya menyebabkan ketidaksuburan.

Pencegahannya, dengan menjaga kebersihan area organ reproduksi, bersihkan juga seprei tempat penderita uretritis beristirahat serta hindari menggunakan handuk yang telah digunakan penderita. Bahkan ketika handuknya digunakan ke wajah dan mungkin handuk itu tidak dibersihkan dengan baik, maka itu bisa buat mata menjadi buta, ujarnya.

Terpenting agar tidak melakukan hubungan seks bebas apalagi berganti-ganti pasangan karena hal ini menjadi penyebab banyaknya penderita uretritis.

(*)