Perjuangan Jemaah 91 Tahun dan Penjual Ikan

FOTO: KEMENAG PADANYA AKTIVITAS JEMAAH: Para jemaah haji yang datang dari Madinah ke Makkah, setelah umrah. Jemaah diharapkan banyak beristirahat di hotel untuk menjaga kebugaran tubuh.

Tiap Hari Tabung Uang Rp15.000

Asal ada kemauan yang kuat, apa pun pasti bisa terwujud. Termasuk untuk menunaikan ibadah haji.

Arini Nurul Fajar

Maros

PAGI itu sekitar 331 orang jemaah calon haji Maros berkumpul di Ruang Pola Kantor Bupati Maros Jalan Jenderal Sudirman. Di antara ratusan orang yang hadir, ada satu jemaah menyita perhatian.

Ia jemaah tertua. Berasal dari Dusun Batu Madenring, Desa Batu Putih, Kecamatan Mallawa, Ahmad Daeng Tangnga.

Usianya kini 91 tahun. Kurang sembilan tahun menuju seabad.

Ahmad nampak tenang duduk di barisan depan dengan mengenakan kemeja putih dipadukan celana hitam dan songkok hitam serta mengenakan sepatu kets. Berangkat ke tanah suci berlima.

“Sama menantu, keponakan, dan keluarga,” ungkapnya dengan bahasa Bugis.

Ahmad mendaftar haji pada 2009 lalu. Uangnya berasal dari hasil pensiunan veteran yang diterima tiap bulan Rp2 juta. “Gaji pensiunan veteran saya itu tiap bulannya Rp2 juta. Jadi saya sisihkan Rp1 juta untuk daftar haji sejak 2009 lalu,” ungkapnya.

Tidak hanya Ahmad, jemaah lainnya, Hasani (55), warga Kecamatan Bantimurung juga rela menyisihkan uang hasil berjualan ikan selama 10 tahun untuk bisa berangkat ke Mekah.

“Saya berangkat sendiri, mendaftar sejak tahun 2009 lalu,” katanya.

Dia mengaku menyisihkan uangnya tiap hari dari hasil penjualan ikan keliling kampung. “Pekerjaan saya jual ikan keliling kampung pakai sepeda. Jadi kalau habis jual ikan saya sisihkan Rp15 ribu sampai Rp20 ribu per hari kalau lagi banyak yang beli,” katanya.

Bapak enam anak ini mengaku hanya bisa menyisihkan uangnya sedikit demi sedikit, sebab ia juga harus menghidupi enam orang anaknya beserta satu orang istrinya.

Dia mengaku karena keterbatasan sehingga istrinya belum ikut mendaftar. “Saya mendaftar sendiri karena uang terbatas juga,” katanya JCH Kloter 34 ini.

Uang yang disisihkan Rp15 ribu per hari ini kemudian ia setorkan ke Bank BRI setiap lima bulan. Hasani pun mengaku gembira karena keinginannya untuk bisa menunaikan ibadah haji bisa terwujud.

“Luar biasa gembira karena bisa berangkat. Alhamdulillah kesabaran saya selama 10 tahun bisa terjawab,” akunya
Bupati Maros M Hatta Rahman memberi pesan umum kepada jemaah. Kesehatan harus dijaga. Supaya seluruh rangkaian rukun haji dapat terlaksana. Kembali dengan titel haji mambrur.

“Pada siang hari kepanasan dan malam hari kedinginan. Sehingga sangat rentan penyakit, seperti flu. Hal inilah yang perlu diwaspadai oleh para jemaah,” imbaunya.

Untuk itu kata dia, para petugas kesehatan yang mendampingi para CJH Maros agar menyiapkan obat-obatan agar bisa terhindar dari penyakit hingga mereka nantinya bisa beraktivitas melakukan seluruh rangkaian kegiatan ibadah haji selama berada di Mekkah dan Madinah.

“Kita berharap agar para petugas kesehatan haji tetap proaktif memberikan pelayanan terbaik kepada CJH yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” sebutnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Maros, Syamsuddin mengatakan tahun ini ada 331 CJH Maros yang akan menunaikan ibadah haji. Satu di antaranya adalah tenaga kesehatan haji daerah (TKHD).

“Totalnya 331 orang terbagi dalam dua kloter yang terdiri atas 114 jemaah laki-laki dan 217 perempuan,” sebutnya.

(*/rif-zuk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here