Jemaah Wafat Bertambah, KKHI Cegah Penumpukan

MADINAH – Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Madinah berlakukan triase untuk hindari penumpukkan jemaah sakit. Dari data yang ada, 251 jemaah haji Indonesia telah mengunjungi Klinik KKHI Madinah, 19 diantaranya dirawat dan 35 lainnya dirujuk ke RSAS. Sementara tujuh lainnya dilaporkan wafat.

Kepala Seksi Layanan Kesehatan Daerah Kerja Madinah, dr Edi Supriyatna, mengatakan bahwa jemaah dengan triase kuning adalah mereka yang dirujuk ke KKHI. “Jemaah dengan triase kuning, kami usahakan supaya sembuh (triase hijau) dan kembali ke kloternya, kalau merah itu kita rujuk ke RSAS,” ujar Edi.

Edi menambahkan jemaah dengan triase merah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) agar dapat memperoleh perawatan dengan fasilitas yang lebih baik. Jika jemaah mulai mengeluhkan sakit dapat menghubungi TKHI di masing-masing kloter dan Tim Gerak Cepat (TGC), untuk diberikan layanan kesehatan, jika tidak dapat ditangani akan diberikan rujukan ke KKHI.

“Rujukan dari kloter ke kami (KKHI, red). Kemudian langsung ditangani oleh kami atau dirawat inap, jika keadaan memburuk, ditangani di RS Arab Saudi,” jelasnya.

Dari data yang ada sambung Edi, total 251 jemaah haji Indonesia telah mengunjungi Klinik KKHI Madinah, 19 diantaranya dirawat dan 35 lainnya dirujuk ke RSAS. Untuk peningkatan pelayanan kesehatan pada jemaah haji Indonesia, tahun ini, KKHI Madinah sudah dilengkapi dengan ruang Intensif Care Unit (ICU).

 

Terpisah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Oman Faturrahman menginformasikan, jemaah haji mulai berdatangan di tanah suci. Ada tiga aktivitas utama jemaah haji di tanah suci. “Yang pertama itu aktivitas ibadah, yang kedua aktivitas ziarah, dan yang ketiga rihlah. Rihlah itu perjalanan,” ujar Oman.

Menurut Oman, aktivitas ibadah jemaah haji di tanah suci ada ibadah yang wajib dan yang sunah. “Di madinah, ibadah wajib yang terkait haji itu hanya satu, yaitu miqat di Bir Ali,” imbuhnya.

Oman yang baru saja usai melakukan visitasi ke sejumlah sektor di Madinah ini menegaskan bahwa pentingnya miqat di Bir Ali menjadi perhatian khusus para pembimbing dan konsultan ibadah. “Itulah mengapa para konsultan memagari betul, membimbing, memberikan konsultasi, visitasi, dan edukasi ke jemaah, supaya yang wajib itu yang di Bir Ali (miqat) jangan sampai terlewat,” ujarnya.

Oman juga menyampaikan hasil visitasi ke sektor, memasuki hari ke-12, ia menilai konsultasi ibadah yang diberikan oleh konsultan dan juga pembimbing ibadah, telah berjalan dengan baik dan lancar. “Dan untuk salat Arbain, bahkan ada daftarnya sudah berapa kali, jadi InsyaAllah yang ibadah, ziarah dan rihlah semuanya terpenuhi, terfasilitasi oleh PPIH,” imbuhnya.

 

Kepada para konsultan ibadah, Oman berpesan agar dapat berkomunikasi dengan para pimpinan, ketua rombongan termasuk dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). “Ibadah haji itu semacam laboratorium untuk menguji bisa tidak kita beragama dalam situasi yang sangat kompleks, beragam, multikultural,” jelasnya.

Sementara itu berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama, yang diterima Fajar Indonesia Network (FIN) hingga Kamis (18/7) pukul 19.00 WAS, atau hari ke-12 masa operasional, tercatat sebanyak 75.089 jemaah beserta 925 petugas haji telah tiba di Arab Saudi. Mereka tergabung dalam 185 kloter.

Sebanyak 31 kloter diantaranya yang membawa 12.973 jemaah dan petugas haji, saat ini telah berada di Kota Makkah. Selanjutnya, pada esok hari direncanakan sebanyak 6.551 jemaah dan petugas haji akan diberangkatkan dari Madinah ke Makkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here