Anak Petani Lulusan Akpol Terbaik

FOTO: SETKAB FOR FIN

SELAMAT!: Presiden Jokowi menyematkan Bintang Adhi Makayasa pada Pelantikan Perwira Remaja TNI dan Polri, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, kemarin (16/7).

FIN.CO.ID – Membanggakan. Sosok Muhammad Idris, menjadi bukti untuk generasi saat ini dan akan datang. Tidak menyerah dengan keterbatas menjadi kunci sukses. Lahir dari seorang petani dan guru ngaji di Sumatera Barat, Idris menjadi lulusan terbaik Akademi Kepolisian (Akpol) 2019. Selamat!

SYAIFUL AMRI, Jakarta

DELAPAN pesawat tempur F-16 TNI AU melintas di area udara Istana Kepresidenan RI, Jakarta, kemarin (16/7). Kecepatannya membelah langit biru dalam tatapan mata.

Tiba-tiba dua pesawat tempur F-16 melakukan manuver Calypso Pass. Hanya berjarak sekitar 1.5 meter, keduanya melakukan manuver dalam posisi terbalik.

Manuver empat pesawat formasi terbang vertical dan memecah ke empat penjuru. Kedelepan pesawat itu terbang dengan formasi Tight Diamond terbang terbalik di atas para penonton. Momen itu terjadi saat penyematan tanda pangkat berlangsung.

Wajah Muhammad Idris terlihat sumringah. Ia berdiri di depan. Tatapannya sejajar arah pandang. Seakan tak berkedip. Ia begitu menikmati. Saat namanya dipanggil, bersama keempat rekannya, suara riuh menyambutnya. “Inilah lulusan terbaik kita,”terdengar dari pengeras suara.

Prosesi penyematan Bintang Adhi Makayasa oleh Presiden Joko Widodo hari itu, mungkin menjadi sejarah yang tak terlupakan dalam hidupnya. Muhammad Idris dinobatkan sebagai Perwira Remaja terbaik. Kebanggaan itu mejadi awal pengabdiannya untuk bangsa.

Selama mengikuti pendidikan di Akpol, Idris mengaku merasa beruntung bertemu dengan teman-teman dari seluruh Indonesia, seperti Papua dan Aceh, yang baik. “Kami bisa berbagi informasi, menurut saya orang yang baik itu adalah orang yang mau berbagi ilmu yang ia dapat sehingga menjadi amal jariah baginya,” kata Idris ditemui usai Prasetia Perwira 2019 di halaman Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.

Ia menilai peran keluarga sangat penting bagi kesuksesan dirinya. Ayahnya selalu mendoakan yang terbaik untuk dirinya. “Setiap cuti, beliau juga membuat masakan khas Padang, beliau juga selalu memberikan motivasi, termasuk ketika pesiar, pada saat telepon, beliau selalu bilang tetap berdoa nak jangan tinggalkan ibadah,” tuturnya.

Ia mengaku ayahnya juga orang yang sukses karena menekuni dan menyayangi pekerjaannya. Kenangan ayahnya melihat orang berseragam juga menjadi inspirasi bagi Idris untuk masuk ke Akpol menjadi polisi.

“Inspirasi saya adalah ketika ayah melihat orang berseragam membuat beliau senang, kemudian dari kecil Idris juga mau jadi seorang polisi walaupun pada saat MTs dan SMA berubah-ubah. Alhamdulillah, kakak menguatkan saya untuk menjadi seorang polisi,” jelasnya.

Tak lupa Idris juga bersyukur karena cita-cita mempertemukan ayahnya yang bernama Dasrial dengan Presiden dapat tercapai. “Salah satu cita-cita Idris adalah bagaimana caranya ayah bisa pergi ke Istana dan bersalaman dengan Presiden RI. Alhamdulillah, tercapai,” katanya.

Idris mengaku setamat SMA pada tahun 2015, dirinya langsung masuk ke Akpol. Ia berharap ayahnya selalu dan terus mendoakan anak-anaknya, selalu sehat. “Kami bangga punya ayah. Insyaallah, dalam waktu dekat apabila Idris sudah ada rezeki atau kesempatan, ayah akan berangkat naik haji,” katanya.

Idris juga berjanji berusaha memberikan yang terbaik untuk NKRI. “Menurut saya ini bukan akhir segalanya, menurut saya ini adalah awal bagi saya untuk menjadi perwira Polri sesuai yang diharapkan agama, bangsa, dan negara, tentunya sesuai dengan kata-kata Bapak Kapolri, polisi promoter, yaitu profesional modern dan terpercaya,” katanya.

Muhammad Idris adalah satu dari empat orang perwira remaja yang meraih penghargaan Adhi Makayasa (lulusan terbaik) . Tiga orang perwira remaja lainnya adalah Fajar Muhammad Al Farouk dari Akmil, Ariz Pama Yudhaprawira dari AAL, dan Muhammad Ihza Nurrabbani dari AAU.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here