Tim Kesehatan 24 Jam Nonstop Layani Jamaah di Bandara

    FOTO: KEMENAG FOR FIN

    LAYANI JAMAAH: Suhu udara Madinah di siang hari yang berkisar antara 35–45 derajat. Kondisi ini merupakan tantangan tersendiri bagi jamaah haji yang hendak melaksanakan Arbain di Masjid Nabawi.
    Tim Gerak Cepat (TGC) PPIH pun berupaya maksimal memberikan pelayanan agar ibadah yang dilakukan jamaah dapat berjalan dengan baik.

    FIN.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemnekes) menegaskan pihaknya telah menyiapkan tim kesehatan bergerak yang standby di Bandara Jeddah dan Madinah, Arab Saudi. Tim bergerak siap siaga selama 24 jam nonstop untuk melayani jamaah haji Indonesia yang baru tiba.

    Kemenkes menilai tidak sedikit jamaah haji Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan karena perjalanan panjang dan guncangan pada pesawat akibat perubahan cuaca.

    Anggota tim kesehatan bergerak bandara dr. Lucky Cahyono, dalam siaran persnya, Senin (15/7), mengatakan gangguan kesehatan muncul karena belum terbiasa melakukan perjalanan jauh dengan pesawat terbang.

    Dikatanya, ada seorang anggota jamaah Kloter 07, Embarkasi Palembang asal Kabupaten Bangka mengalami mual dan muntah saat menaiki bus yang akan mengantarnya ke hotel. Tim kesehatan bergerak bandara langsung menanganinya dengan mendatangi bus jamaah sambil membawa peralatan medis.

    Kasusnya saat di pesawat ada guncangan, mungkin juga dari kelelahan. Stresornya kelelahan. Ada suasana baru. Kemungkinan juga kurang asupan makan, sehingga terjadi vomitus, ujar Lucky.

    Dijelaskannya, tim kesehatan bergerak siaga menyambut jamaah calon haji di empat terminal kedatangan di Bandara Madinah. Keberadaan tim untuk mendeteksi, mencegah, dan memberikan respons ketika ada anggota jamaah calon haji Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan di area bandara di Arab Saudi.

    “Saat jamaah datang, tim akan mengamati mana anggota jamaah yang sakit, lalu segera memberikan pertolongan. Di samping itu membantu menyampaikan edukasi kesehatan,” katanya.

    Kepala Pusat Kesehatan Haji, Eka Jusup Singka, mengatakan pihaknya telah memberi instruksi khusus kepada tim kesehatan yang ditempatkan di bandara untuk memperhatikan kondisi hidrasi jamaah calon haji.

    “Karena peristiwa terjadinya dehidrasi dimulai sejak dalam pesawat, katanya.

    Kepala Seksi Kesehatan daerah kerja (Daker) Bandara, dr. Karmijono Pontjo, mengungkapkan kasus terbanyak yang dialami jamaah saat baru mendarat adalah mabuk perjalanan.

    Dikatakannya, untuk kasus-kasus ringan, pelayanan dilakukan bersama Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang menyertai jamaah dalam kloter.

    “Untuk yang berat akan dilakukan tindakan dulu di klinik bandara atau langsung dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah,” terangnya.

    Sampai dengan Minggu (14/7) sudah ada 16 anggota jamaah yang ditangan tim bergerak itu, lima di antaranya dirujuk ke KKHI Madinah.

    Tim bergerak diperkuat 20 personel yang terdiri atas dokter, perawat, dan tenaga farmasi serta didukung empat tenaga pendukung kesehatan yang bekerja 24 jam dalam tiga sif.

    (gw/fin)