Kadin Klarifikasi Soal Kerjasama dengan Israel

FIN.CO.ID, JAKARTA – Kunjungan beberapa anggota Kadin (Kamar Dagang Indonesia), beberpa waktu lalu ke Israel menuai kabar tak sedap. Pasalnya Indonesia sendiri tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Ketika dikonfirmasi Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) bidang Hubungan Timur Tengah, Mufti Hamka Hasan menegaskan, bahwa kunjungan Kadin ke Israel dan Palestina merupakan resmi diundang JICA (Japan Internasional Cooperatif Agency).

“Kami mengisi side event acara JICA untuk negara Timur Tengah, kita kebagian mengisi private sector dan melakukan kunjungan ke Palestina, hanya memang untuk ke Palestina kita harus memasuki kawasan Israel tapi kita tidak ada kerjasama sama sekali dengan Israel,” kata Mufti kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (15/7).

Dia melanjutkan, saat melewati negara Israel rombongan pengusaha kemudian menyempatkan diri untuk melihat pameran berlian di negara itu.

“Ada informasi keliru yang beredar kalau kami bekerjasama dengan Israel, padahal kami bersama JICA menjalin kerjasama untuk membantu UMKM Palestina,” ujar Mufti.

Dia menjelaskan, Kadin menjalin kerjasama dengan Palestina untuk membantu UMKM Palestina, termasuk untuk sektor perdagangan, pertanian, manufacturing.

“Kita mengimpor barang-barang mereka, pemerintah memberikan bea masuk nol untuk kurma dan minyak zaitun. Salah satu effort kita untuk membantu Palestina,” ungkap Mufti. Sambungnya, Oktober nanti saat trade Expo Kadin akan mengundang mereka.

Dia juga menginformasikan, saat ini Indonesia sedang menjajaki kerjasama dengan Palestina di sektor agrikultur seperti menanam beberapa komoditas yang mereka butuhkan. Kadin juga ingin meningkatkan ekspor impor ke negara ketiga.

“Masih dijajaki baru penelitian komoditas pertanian apa yang bisa digarap bersama dengan Indonesia,” ucap Mufti.
Lebih jauh ia membocorkan, untuk bidang pharmatical akan ada pabrik obat-obatan Palestina yang mau kerjasama untuk produksi bahan obat-obatan di sana dan ada produk yang ingin diimpor ke Indonesia.

“Pengusaha pharmatical kerjasama untuk exchange informasi, ada juga beberapa negara yang memasok melalu Dubai dan itu sudah dimulai oleh pengusaha farmasi Indonesia,” ungkap Mufti.

Kata Miftah, JICA dalam program ini telah menyiapkan anggaran sampai 6 miliar dolar AS untuk membangun Palestina.

“Keputusan pemerintah Jepang melalui parlemennya untuk bisa dibantu Palestina karena mereka tergugah dengan perjuangan dan kondisi Palestina yang memerlukan dukungan,” ucap Mufti.

Tahun lalu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu sempat menyatakan ingin mempererat kerjasama dengan Indonesia. Namun, pemerintah Indonesia menyatakan tidak akan mengakui Israel sampai Palestina merdeka.

Indonesia juga menentang klaim Amerika Serikat yang menyatakan Kota Yerusalem adalah Ibu Kota Israel. Sebab, Palestina juga menyatakan Yerusalem Timur sebagai ibu kota mereka jika kelak merdeka.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai total perdagangan kedua negara pada tahun 2017 sebesar 2,39 juta dolar AS dan sepenuhnya merupakan perdagangan nonmigas. Ekspor Indonesia ke Palestina tahun 2017 sebesar 2,05 juta dolar AS, dan impor Indonesia dari Palestina tahun 2017 sebesar 341 ribu dolar AS berupa kurma. Neraca perdagangan Indonesia Palestina pada 2017 surplus bagi Indonesia sebesar 1,7 Juta dolar AS.

Pengamat Ekonomi Timur Tengah dan Peneliti Indef, Bima Yudistira menilai ada beberapa kerjasama yang menonjol dengan Timur Tengah khususnya ekspor mobil, makanan minuman instan, dan tekstil pakaian jadi.

Bima mengungkap data angka eskpor dari Kementerian Perdagangan, Indonesia mencatatkan angka ekspor ke Arab Saudi di 2018 tembus 1,22 miliar dolar AS, dengan Iran 296 juta dolar AS, dengan Mesir 1 miliar dolar AS, dan Oman 321 juta dolar AS.

Menurut dia, ada beberapa hal yang paling penting untuk melakukan kerjasama dengan Timur Tengah yakni terkait penurunan tarif beberapa produk yang masih tinggi.

Kemudian kerjasama dibidang logistik untk memperlancar arus barang. Termasuk kerjasama di bidang properti, dan teknologi.

“Visi Arab Saudi 2030 untuk lepas dari minyak dan beralih ke teknologi inovasi dengan membuka peluang kerjasama dengan Indonesia,” pungkas Bhima kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (15/7).

Sebelumnya menurut laporan Jerusalem Post, Rabu (10/7), ada tujuh pengusaha Indonesia yang melawat ke Israel akhir pekan lalu. Mereka dipimpin oleh Wakil Kadin bidang Hubungan Timur Tengah, Mufti Hamka Hasan.

Ketujuh pengusaha Indonesia itu terdiri dari lima lelaki dan dua perempuan juga sempat bertemu dengan Presiden Pameran Permata Israel (ISDE), Yoram Dvash.

Yoram Dvash mengatakan, kunjungan Indonesia ke Israel untuk memperkuat hubungan bisnis ke dua negara tersbeut. Apalagi Permata Israel sangat menarik di seluruh negara.

“Kami akan tetap berusaha untuk memperkuat kerja sama bisnis antara para pengusaha permata di Israel untuk memasuki pasar baru, termasuk di Indonesia,” ujar Dvash.

Selain di bisnis permata, para pengusaha Indonesia itu dilaporkan menjajaki kerja sama dalam bidang agrikultur, medis serta tekstil.

(ds/din/fin)