Ganda Putra Tumpuan Indonesia

Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukomuljo (kiri) dan Marcus Fernaldi Gideon saat melawan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan pada pertandingan final Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1/2019). Pasangan Marcus/Kevin menjuarai Indonesia Master setelah menang dengan skor 21-17 dan 21-11. FOTO: Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWORK.

FIN.CO.ID, JAKARTA – Indonesia tak mau sesumbar. Bahkat terkesan Malas untuk bicara target. Dari kekuatan yang ada, Indonesia hanya bertumpu pada sektor ganda putra untuk meraih gelar di turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, 16-21 Juli.

Untuk menghadapi kejuaraan bergengsi ini, Indonesia mengirim wakil terbaiknya, seperti pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, untuk mengawal sektor ganda putra di turnamen dengan kategori tertinggi Super 1000 itu. “Ya, peluang terbesar dari ganda putra, itu unggulan pertama kami,” ungkap Sekjen Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia Achmad Budiharto di Jakarta, kemarin (15/7).

Marcus/Kevin menjadi unggulan pertama sektor ganda putra di turnamen yang memiliki hadiah total Rp17 miliar itu. Juara Indonesia Open 2018 itu akan menghadapi ganda putra Jepang Takuto Inoue/Yuki Kaneko di ronde pertama.

Sementara, Ahsan/Hendra, meskipun tak lagi muda, juga menjadi salah satu tumpuan Indonesia untuk meraih gelar juara di turnamen itu. Setelah rujuk kembali dengan Ahsan di awal tahun 2018, grafik permainan “The Daddies” kian melonjak apa lagi keduanya mampu meraih gelar juara All England Open 2019.

Unggulan keempat itu akan menghadapi pasangan Inggris Marcus Ellis/Chris Langridge di babak pertama. Dari tiga pertemuan dengan Ellis/Langridge, Ahsan/Hendra selalu menang, namun pasangan Indonesia tetap mewaspadai ganda putra Inggris yang baru saja menjadi juara di European Games 2019. “Persiapan kemarin ada sekitar satu bulan. Kurang lebih kita kuatkan tenaga tangannya dan jaga fisik saja, jangan sampai fisiknya turun,” ungkap Hendra.

Menurutnya, dari drawing Indonesia Open semua bisa berpeluang juara, 50-50. “Apalagi persaingan ganda putra sekarang lebih merata. Sehingga tidak mudah dari awal,” kata Hendra.

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto juga akan turun sebagai unggulan keenam di sektor ganda putra. Pada laga perdana nanti Fajar/Rian yang menjadi semi-finalis Indonesia Open 2018, akan menghadapi pasangan Cina Huang Kai Xiang/Liu Cheng. “Pasangan Cina itu pasangan baru, jadi kita belum tahu kelemahan dan kelebihannyatapi tidak bisa dianggap remeh walau pasangan baru,” kata Fajar.

Selain tiga pasangan peringkat 10 besar dunia itu, Indonesia juga menurunkan tiga pasangan ganda putra lainnya yaitu Berry Angriawan/Hardianto, Ricky Karanda Suwardi/Angga Pratama, dan Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso.

(ful/fin)