BNN Musnahkan Ganja, Sabu dan Ekstasi di Aceh

HomeNasionalBNN Musnahkan Ganja, Sabu dan Ekstasi di Aceh

FIN.CO.ID, JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan barang bukti narkoba berupa 338 Kg ganja kering, 52 Kg sabu, dan 22.766 butir pil ekstasi. Pemusnahan dilakukan di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Senin (15/7).

Barang bukti yang dimusnahkan ini merupakan hasil pengungkapan tim BNN pada Mei 2019, yakni di wilayah Depok, Jawa Barat, dan di wilayah Dumai, Riau. Sementara dari dua kasus itu, BNN berhasil menangkap 6 tersangka, dua di Depok dan empat di Dumai.

Pemusnahan narkoba berbagai jenis itu, dipimpin langsung oleh Kepala BNN Komjen Heru Winarko, dan dihadiri sejumlah pimpinan stake holder dan unsur Muspida Prov Banda Aceh, serta tokoh agama maupun tokoh masyarakat. Narkoba itu dimusnahkan dengan cara dimasukan ke mesin incinerators.

“Kegiatan barang bukti ini merupakan hasil pengungkapan dua kasus di dua tempat berbeda pada Mei, yakni di Depok Jawa Barat dan Dumai, Riau,” kata Kepala BNN Komjen Heru Winarko, Senin (15/7).

Heru mengatakan pengungkapan dua kasus ini dilakukan tim BNN Pusat, diawali dengan kasus di Depok. Kasus berhasil diungkap setelah petugas mendapat informasi dari masyarakat, terkait adanya transaksi ganja pada Senin (6/5).

Kemudian, informasi itu pun langsung ditindaklanjuti untuk proses penyelidikan. Namun, saat di lokasi di jalan Bungur, Depok, petugas tidak temukan para pelaku. Melainkan, hanya ada sebuah peti besar terbuat dari papan triplek tebal.

Meski demikian, upaya petugasnya pun tak berhenti. BNN terus menelusuri informasi masyarakat dalam rangka menangkap dan mengungkap peredaran gelap narkoba di Republik ini. Dan hasilnya, tak jauh dari lokasi petugas melakukan penggerebekan sebuah di rumah.

Petugas mencurigai ada peti besar yang mirip dengan sebelumnya, di depan rumah tersebut. Tapi kali ini, posisinya masih ditutupi plastik hitam dan saat dicek ternyata, berisi ganja kering.

“Hasil penggerebekan kita temukan 199 kg ganja kering di peti depan rumah. Sedangkan dari dalam kamar rumah itu ditemukan lagi 140 bungkus ganja kering, jadi total diamankan ada 339 Kg ganja kering,” tuturnya.

BNN juga menangkap dua tersangkanya, yakni berinisial AY dan RSL yang kemudian, diamankan di kantor BNN Pusat, Cawang, Jakarta Timur.

Untuk pengungkapan kasus kedua, Heru mengatakan, tim BNN melakukan tugasnya di Kota Dumai, Provinsi Riau, Jumat (17/6) lalu. Tak jauh berbeda, ini juga hasil laporan masyarakat yang mengaku sering adanya penyelundupan narkotika di daerah tersebut.

Ketika ditindaklanjuti, tepat di daerah Sei Pakning Pelintung, Kota Dumai, Riau, terlihat ada mobil yang mencurigakan. BNN kemudian melakukan pengejaran. Mobil itu sempat terhenti, karena terhalangi truk di tengah jalan.

“Saat terhalang truk itu, mobil berusaha kabur memundurkan kendaraan dengan kecepatan tinggi hingga menabrak kendaraan petugas yang ada di belakangnya,” jelas Heru.

“Petugas kemudian mengambil tindakan tegas dengan menembak kendaraan tersebut untuk menghentikannya. Setelah berhenti, diamankan tiga orang dan kita temukan narkoba jenis sabu dan ektasi,” sambungnya.

Heru menyebut, ketiga tersangka yang diamankan pihaknya, antara lain berinisial HS, AR dan IK. Adapun saat dilakukan introgasi ketiganya, mengakui asal-usul narkoba yang dibawanya.

Hingga akhirnya, diakui Heru, petugasnya pun berhasil kembali menangkap satu tersangka lagi di jalan Lintas Duri Dumai, Riau, pada hari yang sama.

“Satu tersangka ini berinisial R, dia merupakan pengendali dalam jaringan bandar narkoba tersebut. Adapun dari pengungkapan jaringan inilah, kita berhasil amankan barang bukti, berupa 52 Kg sabu dan sekitar 23 ribu butir pil ekstasi,” ungkapnya.

“Dan setidaknya, dengan pengungkapan dua kasus peredaran dan pemusnahan bukti narkoba ini kita dari BNN berhasil selamatkan, sekitar 360 ribu masyarakat Indonesia dari bahaya narkoba. Untuk para tersangka, atas perbuatannya kita jerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), dan Pasal 111 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkas Heru.

Terpisah, Kabag Humas BNN Kombes PolSulistyo Pudjo Hartono mengatakan, giat pemusnahan barang bukti tersebut sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang program pemanfaatan lahan yang dulunya ditanami ganja.

“Jadi, kegiatannya di sana itu, sekaligus sosialisasiprogram untuk mengurangi peredaran narkoba baik ganja maupun sabu. Salah satunya, mendukung program pemerintah yaitu mengalihkan lahan yang dulunya ditanam ganja menjadi lahan produktif,” ujar Sulistyo lewat pesan tertulis.

Menurut Sulistyo, program ini dilakukan pihaknya guna mengurangi pasokan dan permintaan narkoba di Tanah Rencong. Khususnya, narkoba jenis ganja. Selama ini, dapat dikatakan jika Banda Aceh sendiri merupakan daerah yang paling rendah tingkat peredaran narkobanya.

“Daerah ini paling rendah dari provinsi-provinsi lainnya soal peredaran narkoba. Tapi daerah yang paling sering dijadikan transit peredaran narkoba dari luar negeri, untuk diedarkan ke luar daerah tersebut di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

(Mhf/gw/fin)

Baca Juga

Berita Terbaru