Tak Bahas HAM, Pidato Jokowi Dinilai Mengerikan

    FIN.CO.ID, Jakarta- Presiden terpilih, Joko Widodo tidak membahas persoalan Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) dalam pidatonya di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Ahad, (14/7).

    Pendiri kantor hukum Lokataru Haris Azhar menilai, pidato yang bertajuk Visi Indonesia itu sebagai hal mengerikan, sebab, kata dia, Jokowi tidak konsen kepada persoalan HAM.

    Haris khawatir pidato Jokowi itu jadi lonceng penggerak untuk melanggar hukum dan HAM atas nama investasi.

    “Misalnya jangan halangi investor; atas nama persatuan. Lalu dikatakan akan dihajar bagi siapapun yg menghalangi investor. Ngeri kali!” ujar Hariz Azhar dilansir Tempo.co, Senin (15/7).

    Ia juga kecewa Jokowi sama sekali tidak bicara soal derita masyarakat yang tanahnya diambil pebisnis. “Dimana ruang mereka dalam pidato semalam?” kata Azhar.

    Senada dikatakan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai, pidato Jokowi yang berjalan selama 24 menit itu, tidak bisa mewakili ide-ide dasar dalam bernegara. Seperti negara hukum yang demokratis sebagai metode dasar bernegara.

    Politikus asa NTB itu mengaku khawatir dengan tidak adanya konsep hukum dalam pidato tersebut. Ia meminta para Juru Bicara Presiden agar bisa menjelaskan perihal ‘hilangnya’ persoalan hukum dalam pidato Jokowi.

    “Ayolah yang pinter-pinter muncul, sebab banyak juga yang gak paham. Saya misalnya gak paham tentang “hilangnya” konsep negara hukum dalam pidato itu. Saya agak khawatir,” kata Fahri dilansir FIN dari akun twitternya, Senin (15/7).

    Fahri meminta para Jubir agar membangun narasi yang bisa diperbincangkan dan diperdebatkan. Agar bangsa ini segar dengan dialektika.

    “Ayolah kaum liberal yang sekuler yang selama ini membela Jokowi, jadilah jubir yang baik. Bangun narasi yang bisa kita perbincangkan dan perdebatkan dong,” imbuh Fahri Hamzah.
    (dal/fin).

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here