Kejaksaan Tak Main-Main dengan Aparatnya

FIN.CO.ID, JAKARTA – Kejaksaan Agung menyambut positif pengadilan Tipikor yang memvonis 4 tahun penjara terhadap mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Chuk Suryosumpeno. Meski demikian, kejagung belum menentukan sikap upaya hukum terkait putusan Pengadilan Tipikor Jakarta tersebut.

Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan bahwa Korps Adhyaksa tidak main-main menindak prilaku tercela aparatnya yang menyelewengkan tugas dan fungsinya sebagai penegak hukum.

Chuck Suryoswmpeno divonis empat tahun penjara dalam kasus korupsi penjualan aset terpidana kasus dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) almarhum Hendra Rahardja.

“Satu bukti kita enggak mengada-ada, sungguh-sungguh, di ligkungan kejaksaan pun kalau diyakini ada penyimpangan dan penyalahgunaan kewenangan termasuk korupsi ya kita proses,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo, Minggu (14/7).

Dia juga menegaskan dengan vonis bersalah terhadap Chuk menepis anggapan yang berkembang selama ini jika Jaksa Agung telah menzolimi anak buahnya sendiri.

“Faktanya kan dinyatakan terbukti bersalah. Jadi kita tidak mengada-ngada, tidak semena mena. Demi apa. Demi kebaikan semua kejaksaan dan bangsa ini,” tegasnya.

Dia pun mengutip peribahasa yang sangat terkenal yakni jika ingin membersihkan lantai yang kotor janganlah memakai sapu yang kotor juga.

“Kan ada ungkapan untuk membersihkan lantai yang kotor, sapunya harus bersih dulu. Jangan sampai sapunya juga kotor. Ini kan bagian dari itu,” ujarnya.

Untuk itu, Prasetyo meminta semua pihak untuk berpikir positif terkait penindakan tegas di internal Kejaksaan. Jika pihaknya mendapati adanya oknum yang melakukan dugaan penyalahgunaan wewenang maka akan ditindak tegas. Termasuk penanganan dua oknum jaksa Kejati DKI Jakarta yang ditangkap tangan oleh KPK.

“Kita proses terus dalami, terus mengenali persoalan, sejauh mana peran masing-masing, tidak boleh generalisir, kasian hukum orang tapiternyata kita ikut berperan, kan ada tingkatkan, tak akan kita biarkan melenggang begitu saja, kita tak politisasi yang salah dihukum Termasuk internal kejaksaan, bukti kita tak main-main,”tutupnya.

Untuk diketahui, pada Rabu (10/7), Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, menjatuhkan vonis 4 tahun penjara terhadap terdakwa Chuck Suryosempeno. Selain itu, Chucuk juga dihukum membayar denda sebesar Rp 100.000.000 subsider 2 bulan kurungan.

Terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 3 juncto pasal 18 UU.RI.Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU.RI.Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Hukuman tersebut lebih ringan, karena JPU menuntut 5 tahun penjara, dan denda Rp 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah) karena menurut JPU, perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur Tindak Pidana Korupsi sebagaimana pasal 3 juncto pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP sebagaimana dalam dakwaan subsidiair.(lan/gw/fin)