Indonesia Tangkap Enam Kapal Vietnam

    KAPAL ILLEGAL FISHING: Salah satu foto kapal berbendera Malaysia yang diciduk saat melakukan penangkapan ikan ilegal oleh Hiu Macan di Perairan ZEEI Selat Malaka, kemarin. (FOTO: KKP FOR FIN)

    JAKARTA – Kapal Pengawas Perikanan KP Hiu 011 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP) dan KN Bintang Laut 401 milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) menangkap 6 kapal perikanan asing (KIA) asal Vietnam.

    Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Agus Suherman mengatakan, penangkapan keenam kapal tersebut dilakukan pada Kamis (11/7,) sekitar pukul 16.30-17.30 WIB saat gelar operasi pengawasan di Laut Natuna Utara Kepulauan Riau.

    KP Hiu 11 yang dinakhodai Capt Slamet menangkap 4 kapal, yaitu BV 93655 TS, BV 93656 TS, BV 93269 TS, dan BV 93169 TS. Sementara, KN Bintang Laut 401 yang dinakhodai Capt Margono menangkap 2 KIA Vietnam lainnya.

    “Kapal-kapal tersebut ditangkap di Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) Laut Natuna Utara yang merupakan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 711,” kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/7).

    Namun, saat dilakukan proses pengawalan menuju ke Stasiun PSDKP Natuna, KP Hiu 011 dan KN Bintang Laut 401 mendapat intervensi dari kapal pengawas sumber daya perikanan Vietnam (Vietnam Fisheries Resources Surveillance Vessel) Kiem Ngu 214261 dan kapal ikan Vietnam Nhat Nam 79 A20.

    “Dengan mempertimbangkan aspek keselamatan kapal dan seluruh awaknya, maka keenam KIA Vietnam dilepaskan,” ujarnya.

    Sebagai tindak lanjut atas kejadian tersebut, KKP akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri agar Pemerintah RI segera melayangkan nota diplomatik kepada Pemerintah Vietnam yang berisi protes atas tindakan yang dilakukan oleh kapal asing Vietnam terhadap KP Hiu 11 dan KN Bintang Laut 401.

    “Kejadian tersebut bukan yang pertama di tahun 2019. Sebelumnya pada 19 Februari 2019, KP Hiu Macan 05 milik KKP mengalami kejadian yang sama. Selanjutnya, hal yang sama juga dialami kapal TNI Angkatan Laut pada 24 Februari, 8 April, dan 27 April 2019,” pungkasnya. (der/fin)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here