Total 32.138 Jemaah Tiba di Madinah dari 79 Kloter

FOTO: KEMENAG FOR FIN BERI PENJELASAN: Terpisah Kepala Seksi Transportasi Fitsa Baharuddin memberikan penjelasan terkait rencana keberangkatan jemaah ke Makkah, kemarin (12/7). Sementara Kota Madinah mulai dipadati jemaah.

FIN.CO.ID, JAKARTA – Petugas akan memastikan jemaah haji sudah berihram di Bir Ali sebelum keberangkatan menuju Makkah pada, Minggu (14/7). Pada tanggal tersebut, ada tiga kloter pertama yang akan berangkat.

“Bir Ali adalah tempat memulai haji. Keshahihan dan keabsahan ibadah haji ada dimulai dari sini,” kata Sekretaris Sektor Khusus Bir Ali Basnang Said di Bir Ali, kemarin (12/07).

Dikatakannya, bus yang ditumpangi jemaah haji tersebut tidak akan langsung ke Makkah, tapi akan singgah terlebih dahulu di Bir Ali untuk berihram dan dianjurkan untuk salat ihram dua rakaat.

Nantinya lanjut Basnang, bus yang ditumpangi jemaah tidak akan lama berhenti di Bir Ali, hanya sekitar 10 menit. “Di sini, jemaah akan memakai ihram, membaca niat hingga salat sunah ihram,” ujarnya.

Bir Ali sebagai lokasi miqat atau batas bagi dimulainya ibadah haji, membuat setiap bus yang berisi jamaah dari Madinah harus berhenti. “Titik puncak niat haji itu ada di sini (Bir Ali),” imbuh Basnang.

Apabila ada bus berisi jemaah tidak berhenti di Bir Ali, maka sektor khusus (seksus) Bir Ali akan mengambil tindakan. “Kita akan catat. Kita data. Bus berapa, embarkasi mana dan kloter berapa,” kata dia.

Basnang menegaskan bus tersebut akan diminta kembali lagi ke Bir Ali. Ia menjelaskan bahwa sektor khusus Bir Ali diperkuat oleh 18 personil, 4 orang pembimbing ibadah, 3 bertugas sebagai perlindungan jemaah (linjam), selebihnya bertugas di layanan umum.

Terpisah Kepala Seksi Transportasi Fitsa Baharuddin membenarkan jika dari jadwal yang ada, jemaah haji Indonesia gelombang I akan diberangkatkan dari Madinah ke Makkah mulai pada Minggu (14/7) hingga 28 Juli mendatang. Jemaah diimbau agar tidak membawa barang-barang terlampau banyak sehingga mengakibatkan bagasi overload.

“Seringkali jemaah haji membawa oleh-oleh, kemudian ada yang bawa perlengkapan alat masak, itu yang jadi over bagasi,” ujar Fitsa.

Ia menjelaskan bahwa hal ini dapat merugikan jemaah haji itu sendiri karena jika terjadi over bagasi, maka ada barang yang terpaksa tidak bisa diangkut. Hal ini dikarenakan kapasitas bagasi di bus sangat terbatas.

Fitsa menambahkan, ada enam perusahaan bus yang akan mengangkut jemaah haji dari Madinah ke Makkah. “Sama seperti tahun sebelumnya kita sudah upgrade fasilitas-fasilitaa yg ada dalam bus,” ujar Fitsa.

Di antaranya menggunakan bus yg dilengkapi dengan GPS agar pergerakan bus yang mengangkut jemaah bisa terlacak.”Di mana posisi bus tersebut apakah sudah sampai tujuan atau belum,” imbuhnya.

Mengingat terbatasnya waktu pemberangkatan jemaah haji dari Madinah ke Makkah, Fitsa juga mengimbau jemaah agar memperhatikan waktu check out dari hotel agar dapat segera menaiki bus dan diberangkatkan menuju Makkah.

Sementara itu, Kepala Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari menginformasikan, bahwa keseluruhan jamaah haji gelombang I mencapai 94.550 orang yang berasal dari 229 kloter. Angka ini, sudah termasuk petugas penyerta kloter. “Kedatangan kloter awal, jumlah kloter yang tiba masih sedikit. Setelah itu setiap hari kedatangan jamaah ke Madinah rata-rata per hari mencapai 1418 kloter,” kata Jauhari.

Menurut Jauhari, kedatangan jamaah haji gelombang I akan mencapai masa puncak pada hari kedelapan, sembilan, dan sepuluh yang diperkirakan jatuh pada 14, 15, dan 16 Juli 2019.

Tercatat lebih dari 32 ribu jemaah haji telah tiba di Kota Madinah Al Munawarah. Kepala Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari mengatakan bahwa jumlah keseluruhan jemaah haji gelombang satu mencapai 94.550 jemaah yang berasal dari 229 kloter. Angka ini dijelaskan Jauhari sudah termasuk petugas penyerta kloter.

“Kedatangan kloter awal jumlah kloter yang tiba masih sedikit, setelah itu setiap hari kedatangan jemaah ke Madinah rata-rata per hari mencapai 14-18 kloter,” imbuh Jauhari. Kedatangan jemaah haji akan gelombang I akan mencapai masa puncak pada hari ke-8, 9 dan 10 yang diperkirakan jatuh pada tanggal 14, 15 dan 16 Juli mendatang.

Melansir data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) pada tanggal 11 Juli 2019 (00.05 WAS) menunjukkan sudah 32.138 jemaah haji Indonesia yang tiba di Madinah Al Munawarah. Jemaah tersebut berasal dari 79 kelompok terbang (kloter).

Adapun kloter yang tiba di Madinah berasal dari embarkasi Lombok (LOP) sebanyak 4 kloter, Padang (PDG) sebanyak 5 kloter, Ujung Pandang (UPG) 6 kloter, Banjarmasin (BDJ) 2 kloter, Batam (BTH) sebanyak 7 kloter, Jakarta-Bekasi (JKS) 15 kloter, Jakarta-Pondok Gede (JKG) 5 kloter, Solo (SOC) sebanyak 16 kloter, Surabaya (SUB) 14 kloter, Palembang (PLM) sebanyak 5 kloter.

(ful/fin)