Selasa , 16 Juli ,2019
Breaking News

PPIH Sidak Catering Untuk Jamaah Haji

FIN.CO.ID, JAKARTA – Untuk memastikan keamanan makanan jamaah haji Indonesia, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) melakukan sidak atau inspeksi mendadak kepada penyedia catering.

Tim Sanitarian PPIH Kesehatan mendatangi PT Al-Andalus Catering. Perusahaan tersebut merupakan salah satu penyedia makanan bagi jamaah haji Indonesia di Madinah, Arab Saudi.

Ali Wardana, penanggungjawab sanitasi PPIH Daerah Kerja Madinah mengatakan inspeksi dilakukan mulai dari tahapan penerimaan bahan baku, penyimpanan bahan makanan di ruangan pendingin, pembersihan atau pencucian bahan makanan, proses pemasakan, penyajian, hingga pengepakan makanan yang akan dikirim ke jamaah haji berdasarkan kelompok terbang (kloter).

“Kami melakukan pengawasan dari persiapannya, jadi ke dapurnya. Bagaimana menyiapkan bahan mentah itu kami lihat bahan-bahannya, kemudian tempat penyimpanannya juga apakah sudah baik memenuhi syarat atau tidak,” katanya dalam siaran persnnya, Jumat (12/7).

Dijelaskan Ali, ketika timnya melakukan sidak, perusahaan Al Andalus Catering sedang menyiapkan makan siang untuk jamaah Indonesia yang telah berada di Madinah, seperti jamaah asal Embarkasi Surabaya, Batam, dan Ujung Pandang. Paket makanan yang disiapkan sebanyak 1.365 kotak.

Ali juga mengatakan, selain itu, tim juga memeriksa tingkat kehigienisan air, kecukupan cahaya di ruang masak, batas waktu kedaluwarsa bahan baku, serta kebersihan pegawai dan lingkungan sekitar perusahaan tersebut.

Walau ada beberapa catatan, namun Ali mengatakan secara umum penyediaan makanan dari perusahaan tersebut cukup baik. Makanan dan minuman yang diproduksinya layak dikonsumsi jamaah haji Indonesia.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Eka Jusup Singka mengatakan pihaknya mempunyai tanggung jawab terhadap kondisi makanan untuk jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. Karenanya, Kemenkes akan terus mengawasi dan memeriksa catering.

“Kemenkes punya andil besar dalam melindungi kesehatan jamaah haji melalui pemeriksaan makanan dan minuman ini,” katanya.

Koordinator Sanitarian PPIH Arab Saudi 2019 Rosidi Roslan mengatakan inspeksi penyediaan makanan dilakukan ke seluruh perusahaan katering yang ditunjuk Kementerian Agama.

Kegiatan inspeksi meliputi uji organoleptik untuk mengetahui bau, rasa, dan rupa makanan secara kasat mata. Tim Sanitarian juga melakukan pengujian menggunakan peralatan sanitarian untuk mengetahui kandungan bakteri dan bahan kimia yang terkandung pada makanan dan minuman untuk jamaah haji.

Di samping itu, seluruh perusahaan penyedia layanan katering wajib mengirimkan sampel makanan dan minuman ke Tim Sanitarian di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah untuk diperiksa terlebih dahulu sebelum didistribusikan.

“Jemaah haji perlu dilindungi dari makanan dan minuman yang dikelola usaha jasa boga yang tidak memenuhi persyaratan higiene sanitasi agar tidak membahayakan kesehatan,” katanya.

Perusahaan katering hanyalah salah satu lokus dalam kegiatan pengawasan, pemantauan, dan pemeriksaan. Pengawasan dan pemeriksaan sanitasi juga dilakukan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah serta pengecekan secara acak hotel/pondokan tempat jamaah haji tinggal.

(gw/fin)

About Redaksi FIN

Check Also

1.963 Desa di 79 Kabupaten/Kota Kekeringan

FIN.CO.ID, JAKARTA – Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sebanyak 1.963 desa di 79 ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com