Selasa , 16 Juli ,2019
Breaking News

Jaksa Terbaik Malah Dibui

FIN.CO.ID, JAKARTA – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi PN Jakarta Pusat menjatuhkan vonis hukuman 4 tahun penjara kepada mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Chuck Suryosempeno, Rabu (10/7).

Diketahui, Chuck bersama mantan jaksa di Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan Agung Ngalimun ditetapkan sebagai tersangka usai proses penyitaan aset milik terpidana korupsi Hendra Rahardja yang diduga tidak sesuai prosedur.

Keduanya diketahui tidak sepenuhnya menyetorkan uang hasil sita tanah di wilayah Jatinegara, Jakarta Timur, sebesar Rp 12 miliar kepada negara, namun yang diserahkan kepada negara hanya Rp 2 miliar,

Banyak yang tidak menyangka Chuck akan masuk bui. Pasalnya saat menjabat sebagai Ketua Satgassus, lalu menjadi ketua Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Agung periode 2014-2015, Chuck telah berhasil memulihkan aset dengan total lebih dari Rp 3,5 triliun. Chuck merupakan pendiri Satgas Aset di Kejaksaan Agung (Kejagung).

Saat Jaksa Agung dijabat oleh HM Prasetyo. Chuck diberhentikan sebagai Kepala Kejati Maluku dengan alasan proses penjualan aset Hendra tidak sesuai dengan prosedur.Imbasnya, Chuck menggugat ke PTUN Jakarta dan menang di tingkat peninjauan kembali (PK). Hal yang sama juga diberikan Mahkamah Agung.

Lembaga tertinggi negara ini juga menyatakan apa yang dilakukan Chuck sesuai dengan prosedur sehingga pemecatan itu tidak sah. Sayang, belum sebulan informasi putusan MA itu keluar, status Chuck menjadi tersangka hingga akhirnya divonis 4 tahun penjara. Pemidanaanya pun terkesan dipaksakan.

Saat dikonfirmasi, Kejagung belum menentukan sikap atas putusan tersebut. “Terhadap 2 putusan ini, Jaksa Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir selama sepekan sesuai aturan hukum,” kata Jubir Kejagung Mukri, Kamis (11/7).

Dia menjelaskan langkah pikir-pikir juga dilakukan oleh tim kuasa hukum Chuck atas putusan tersebut. “Hal ini (pikir pikir) juga dilakukan oleh terdakwa melalui penasehat hukumnya juga menyatakan pikir-pikir,” jelasnya.

Sebelumnya, kuasa hukum Chuck Haris Azhar mempertanyakan dasar tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) kepada kliennya, Menurut pria yang juga Direktur Eksekutif Lokataru Foundation itu, kasus dugaan korupsi yang ditudingkan ke Chuck tak hanya melibatkan Jaksa Ngalimun. Ada nama Notaris Zainal Abidin dan Albertus Sugeng Mulyanto.

Faktanya, Notaris Zainal Abidin meninggal dunia saat dalam proses persidangan, Albertus Sugeng Mulyanto hingga kini DPO. Dan jaksa tidak mampu menghadapkannya ke muka Pengadilan, katanya, beberapa waktu lalu.

Dari kasus ini, Haris makin tidak banyak berharap hukum bisa ditegakkan seadil-adilnya. Keadilan apalagi yang mau dicari, seluruh dakwaan JPU sebenarnya sudah patah dengan seluruh pernyataan para saksi fakta yang diajukan oleh JPU. Paparnya. Menurutnya, apa yang diinginkan oleh para petinggi Kejaksaan adalah membiarkan Chuck berkarat di penjara.

(lan/fin/tgr)

About Redaksi FIN

Check Also

Kejagung Kejar Tersangka Baru Korupsi Lahan Batubara

FIN.CO.ID, JAKARTA – Hampir sebulan lamanya, Tim penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) melengkapi berkas ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com