DAK Kepulauan Meranti Jadi Bancakan Bowo

FIN.CO.ID, JAKARTA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Bupati Kepulauan Meranti, Provinsi Riau Irwan Nasir, Kamis (11/7). Ia dimintai keterangan terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi yang diterima Anggota DPR RI Bowo Sidik Pangarso.

Pemeriksaan kali ini merupakan hasil penjadwalan ulang. Sebelumnya, Irwan dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada Selasa (9/7) kemarin. Namun, ia berhalangan hadir memenuhi panggilan penyidik.

Irwan mengatakan, selama pemeriksaan, dirinya dicecar soal pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kepulauan Meranti. Ia mengaku telah memberikan segala informasi serta dokumen DAK kepada penyidik.

“Sudah menjawab semua informasi yang dibutuhkan penyidik dan saya sudah menyerahkan dokumen yang diperlukan. DAK itu ya,” ujar Irwan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (11/7).

Kendati demikian, ia mengaku tidak mengetahui secara rinci proses pengajuan DAK Kepulauan Meranti yang diduga bermasalah itu. Terlebih soal besaran dana DAK yang dikucurkan.

Karena, kata dia, saat itu dirinya belum menjabat sebagai bupati. “Jadi saya tidak bisa ngomong karena saya sifatnya hanya mengonfirmasi terus menyerahkan data yang dibutuhkan,” ucap Irwan.

Politisi Partai NasDem itu pun mengatakan tidak mengenal Bowo Sidik Pangarso. Bahkan, diakuinya, dia tidak pernah melakukan pertemuan dengan Anggota Komisi VI DPR tersebut. “Saya enggak tahu, enggak pernah ketemu sama Pak Bowo,” pungkasnya.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pemeriksaan ini guna mendalami pengetahuan serta peran saksi terkait pengurusan DAK Kabupaten Kepulauan Meranti. Selain itu, hubungan saksi dengan anggota DPR RI terkait pengurusan anggaran tersebut juga didalami.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here