Selasa , 16 Juli ,2019
Breaking News

Tiket Online Indonesia Open 2019 Sudah Tutup

FIN.CO.ID, JAKARTA – Perhelatan Indonesia Open 2019 tinggal menghitung hari. Ya, kejuaraan bulu tangkis terakbar di Tanah Air itu bakal segera berlangsung di Istora Senayan, Jakarta pada 16-21 Juli 2019, mendatang.

Persiapan demi persiapan-pun terus dilakukan oleh pihak panitia pelaksana (panpel) agar salah satu seri turnamen BWF World Tour yang menyandang kategori Super 1000 tersebut bisa berjalan lancar.

Salah satu yang kini sedang ingin dipersiapkan oleh panpel adalah dari segi fisik arena pertandingan. Hal itu diungkapkan Ketua Panpel Indonesia Open 2019, Achmad Budiharto.

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Sekjen PBSI itu pihaknya akan memulai persiapan dengan diawali membuat lapangan pemanasan (warming up hall) pada Kamis (11/7) hari ini. Budiharto menargetkan, pada Minggu (13/07) 90 persen persiapan mulai dari penerapan lapangan dan suasana stadion selesai.

“Sehingga pada hari Senin-nya (14/07) kita tinggal melakukan finalisasi saja. Karena sampai saat ini persiapan secara organisasi juga sudah berjalan dengan baik. Jadi sekarang tingak kami konsentrasi ke persiapan fisik,” tutur Budiharto seperti dilansir situs resmi PBSI, Rabu (10/07) kemarin.

Selain itu, Budiharto juga mengaku bahwa pihaknya telah mengantisipasi besarnya animo masyarakat yang ingin menyaksikan langsung kejuaraan tersebut dengan menyiapkan tiket yang dijual on the spot atau ditempat penyelenggaraan.

Akan tetapi, Budiharto mengatakan besarnya tidak sebesar yang dijual secara online. Seperti diketahui, penjualan tiket secara online telah diserbu oleh para pecinta bulutangkis yang ingin menyaksikan langsung. Bahkan, tiket ludes terjual dalam waktu sekejap.

“Untuk penjualan tiket online memang sudah tidak bisa kami layani lagi, tapi masih akan ada tiket yang dijual on the spot. Jumlahnya paling tidak 100 tiket untuk masing-masing kelas per hari,” tutur Budiharto.

“Kalau kelas Black masih di atas 500 tiket per hari. Kelas Blue – Red sekitar 100-an, karena yang pertama diserbu pembeli online adalah tiket terusan dan kategori Blue,” sambungnya.

Meski demikian Budiharto mengaku sudah mengantisipasi jika nantinya banyak penonton yang tidak bisa mendapatkan tiket on the spot tersebut. Menurutnya, pihaknya telah menyiapkan tiga layar lebar di luar arena untuk para penonton yang tidak kebagian tiket.

“Bagi yang nasibnya kurang baik, sudah datang antri dan tidak kebagian tiket, di venue akan disediakan beberapa layar lebar, supaya bisa nonton sambil menikmati suasana bazaar. Rencananya akan ada tiga big screen, dari babak pertama,” tuturnya.

Guna menghindari praktik calo, Budiharto mengaku sudah memiliki cara agar hal itu tidak terjadi. Menurutnya, setiap para penonton yang ingin melakukan pembelian tiket on the spot, harus mengantri dan tidak bisa diwakilkan. Pasalnya, pihak panitia hanya akan memberikan satu tiket untuk satu orang, dan tiket tersebut langsung ditempel ke penonton tersebut.

“Kalau tiketnya dilepas dari tangan, tiket akan rusak dan ditolak saat di-scan masuk ke Istora,” tegasnya.

Namun, Budiharto mengaku saat ini sedang memikirkan agar bisa melakukan penambahan kapasitas penonton dengan melakukan tata ulang ruangan di Istora. “Kami akan mengoptimalkan ruang-ruang yang ada di istora untuk menambah kapasitas. Misalnya awalnya tempat tv sekian baris, diperkecil jadi sekian baris dan bisa dimanfaatkan untuk penonton. Tetapi baru bisa diputuskan setelah semua terpasang,” jelasnya.

Selain itu, Budiharto meyakini nantinya arena Istora Senayan akan ‘disulap’ menjadi surganya para pecinta bulu tangkis. Ya, nantinya Istora Senayan baka dipercantik dengan spot-spot Instagramable yang tentunya kental dengan nuansa bulutangkis.

“Kami siapkan infrastrukturnya, penonton bisa berekepresi, dan capture dengan kamera sendiri. Akan bangunan portable baru dan tentunya akan mencirikan bulutangkis dan hanya bisa dijumpai di Indonesia Open 2019,” jelasnya.

Terakhir, Budiharto mengaku bahwa pihaknya juga menambah kapasitas ruang ibadah bagi umat muslim untuk menjalankan ibadahnya.

“Kita juga bakal menambah kapasitas mushola Istora yang sebelumnya tidak dapat menampung jamaah di waktu-waktu shalat. Kita telah menyiapkan layout untuk penambahan fasilitas mushola, tak hanya dari segi tempat, namun juga saluran air untuk keperluan berwudhu,” tukasnya.

(gie/fin/wsa)

About Redaksi FIN

Check Also

Greysia Fokus, Hendra Lebih Excited

FIN.CO.ID, JAKARTA – Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu akan berusaha fokus menikmati permainan mereka ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com