Mafia Tanah Terbongkar di Banten

Terbanyak di Kabupaten Tangerang, Total 12 Kasus Libatkan Oknum BPN

 

JAKARTASetelah lama mengendus adanya ketidakberesan dalam proses jual beli tanah, dan rumor penyerobotan lahan, akhirnya Polda Banten bergerak. Hasilnya pun mengejutkan. Ada 12 kasus tanah yang diduga kuat melibatkan oknum Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Beberapa bukti yang didapat, ternyata singkron dengan sejumlah laporan yang disampaikan masyarakat. Alhasil, Satuan Tugas (Satgas) Mafia Tanah menetapkan sebanyak 16 orang menjadi tersangka.

”Rinciannya 12 kasus. Ada oknum BPN. Ya termasuk kepala desa. Lokasinya pun berbeda-beda ya,” terang Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Banten Kombes Pol Novri Turangga, kemarin (10/7).

Ditambahkan Novri, muculnya kasus ini terlacak dari rangkaian sengketa tanah, adanya dokumen palsu termasuk rentetan kasus penyerobotan tanah yang sudah terdata selama ini. ”Tanah-tanah terlantar sasarannya. Polanya sederhana, oknum untuk membuat dokumen-dokumen palsu,” ungkapnya.

Nah, dari 12 kasus itu, nilainya bisa puluhan miliar. ”Mafia tanah ini kebanyakan dari oknum kepala desa. Mereka mengetahui persis lokasi tanah yang menjadi sasaran. Ya termasuk pegawai BPN,” terangnya.

Dalam melakukan aksi, para oknum tersebut nekat memalsukan SPPT, girik, dan AJB. Dari data dan dokumen itulah, terlacak modus operandinya. ”Ya, pelakunya juga berulang. Dan itu-itu saja orangnya,” terangnya.

Menurut dia, kasus yang diungkap paling banyak di Kabupaten Tangerang karena kemungkinan harga tanahnya tinggi sehingga menjadi sasaran mereka. Rata-rata tanahnya di atas satu hektare.

“Anggota terus bergerak. Silahkan masyarakat yang ingin melaporkan hal-hal yang dinilai janggal. Selanjutnya akan kami dalami berdasarkan laporan sengketa tanah yang dimaksud,” pungkas Novri. (rls/ful/fin)