Selasa , 16 Juli ,2019
Breaking News

Bejat! Pimpinan Ponpes dan Guru Ngaji di Aceh Cabuli 15 Santri

FIN.CO.ID, Aceh– Ketua yayasan Pondok Pasantren (Ponpes) dan seorang guru mengaji, di Kabupaten Lhokseumawe, Aceh, ditangkap aparat kepolisian lantaran diduga telah melakukan pencabulan terhadap anak santrinya.

Tersangka masing-masing AI (45) sebagai Pimpinan Ponpes Tahfiz Quran Annahla. Dan MY (25), yang merupakan guru mengaji di Ponpes tersebut.

Kasus sodomi tersebut terungkap setelah beberapa orang tua santri yang menjadi korban, membuat laporan polisi. Polisi kemudian melakukan pengembangan hingga akhirnya mengetahui banyak anak yang menjadi korban pencabulan pimpinan ponpes dan guru mengajinya itu.

Hingga kini diketahui sudah 15 anak yang menjadi  korban perbuatan bejat kedua orang tersebut.

“Hingga kini diperkirakan sudah ada 15 santri yang menjadi korban. Namun, yang baru melaporkan secara resmi kepada polisi baru lima orang. Semua korban laki-laki,” ujar Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan saat gelar Konfrensi Pers di Mapolres Lhokseumawe, Kamis (11/7).

Dari 15 santri yang menjadi korban pencabulan, dianyaranya lima santri laki-laki telah menjalani pemeriksaaan di Mapolres Lhokseumawe, Kamis (11/7/2019), yakni R (13), L (14), D (14), T (13), dan A (15).

Perbuatan sodomi ini mulai terjadi pada September 2018 lalu.  Modusnya, tersangka memerintahkan para santri untuk mebersihkan kamar. Dari pengakuan korban, para tersangka telah melakukan sodomi itu terhitung sudah 7 kali.

“Modus tersangka mengajak anak didiknya untuk membersihkan rumahnya dalam asrama pesantren. Setelah itu, pelaku mendoktrin dengan agama dan kemudian berbuat bejat kepada santrinya di dalam kamar di pondok pesantren. Santri-santri itu disodomi satu-satu,” kata Ari Lasta Irawan.

Kini kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Lhokseumawe untuk penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dengan ancaman hukuman 90 cambuk atau denda paling banyak 900 gram emas murni atau penjara paling lama 90 bulan. (dal/fin).

About Afdal

Check Also

Kejagung Kejar Tersangka Baru Korupsi Lahan Batubara

FIN.CO.ID, JAKARTA – Hampir sebulan lamanya, Tim penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) melengkapi berkas ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com