Selasa , 16 Juli ,2019
Breaking News

Bareskrim Ungkap Pembuatan Obat Palsu

FIN.CO.ID, JAKARTA – Bareskrim Polri menangkap pemilik pabrik obat palsu PT Jaya Karunia Investondo (JKI). Modus operandi yang digunakan pelaku adalah mengubah obat-obatan bersubsidi menjadi paten dan menentukan masa kedaluarsanya sendiri.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Pol M. Fadil Imran mengatakan pelaku yang diamankan adalah Alphons Frizgerald Arif Prayitno, pemilik PT Jaya Karunia Investondo (JKI) yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah.

“Alphons Frizgerald Arif Prayitno selaku pemilik PT JKI ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan,” katanya, melalui siaran pers, Jakarta, Rabu (10/7).

Dijelaskan Fadil, selain menangkap Alphons, pihaknya juga mengamankan enam pegawai. Mereka diamankan setelah Polri melakukan pengembangan dengan memeriksa kantor di kawasan Pulogadung Jakarta Timur dan gudang di Lippo Karawaci Tangerang, Banten.

Keenam orang yang diamankan dan masih dalam pemeriksaan tersebut adalah Ahmad Budiyanto dan Rozikin sebagai mandor, Nur Hadiyanto sebagai peracik, Yakobus perannya memvakum kemasan, M Nur Yasin dan Nur Said sebagai tukang sablon kemasan.

“Pihaknya juga mengamankan dokumen-dokumen transaksi perusahaan dan obat-obatan dan menetapkan status quo TKP pada dua gudang milik tersangka yang diduga sebagai tempat produksi dan penyimpangan bahan baku,” ujarnya.

Modus operandi yang dijalankan, kata Fadil, pelaku menggunakan perusahaannya sebagai Pedagang Besar Farmasi (PBF) atau menyalurkan produk obat-obatan ke apotek-apotek. Mereka mengatakan produknya adalah obat paten.

Dari hasil penyidikan, diketahui bahan baku obat dikemas ulang PT JKI menjadi obat-obatan merk paten, mencetak dan menentukan waktu kedaluwarsa, merubah obat-obatan dari subsidi pemerintah (JKN/BPJS) menjadi seolah-olah nonsubsidi.

“Kemudian, barang tersebut didistribusikan melalui perusahaannya ke apotek-apotek. Bahkan menjual langsung ke beberapa pemesan,” katanya.

Sementara bahan baku obat diperoleh dari perusahaan milik tersangka Alphons, PT JKI dan apotek-apotek di wilayah Semarang. Bahkan, salah satunya dari toko di Pancoran, Jakarta.

“Bahan baku kemasan diperoleh dari Surabaya,” katanya.

Penyidik juga mengamankan barang bukti berupa alat produksi seperti mesin press kompresor, mesin vacum, mesin capsul printer, bahan pembuat obat, bahan pendukung dan obat siap edar dengan beberapa merek.

Pelaku akan dijerat Pasal 196 Jo Pasal 98 (Ayat 2 dan 3) dan/atau Pasal 197 Jo Pasal 106 (Ayat 1) UU RI Nomor 36/2009 tentang Kesehatan dan/atau Pasal 62 (Ayat 1) Jo Pasal 8 (ayat 1) huruf a dan/atau huruf d UU RI Nomor 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen.

(gw/fin)

About Redaksi FIN

Check Also

Kejagung Kejar Tersangka Baru Korupsi Lahan Batubara

FIN.CO.ID, JAKARTA – Hampir sebulan lamanya, Tim penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) melengkapi berkas ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com