Selasa , 16 Juli ,2019
Breaking News

Kunjungi Suku Baduy, Ini yang Dilakukan Dosen Mercu Buana

FIN.CO.ID, Serang – Melakukan pengabdian masyarakat menjadi tugas utama perguruan tinggi, baik pengajar (dosen-red) maupun mahasiswanya.

Pengabdian masyarakat menjadi tujuan utama setiap perguruan tinggi di Indonesia sejauh ini, dan hal itu kerap dilalukan sebagai syarat dalam penilaian akademisi.

Guna memenuhi tujuan tersebut, para dosen magister Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (UMB) melakukan pengabdian masyarakat ke suku Baduy, Desa Kanekes, Kabupaten Serang pada, 8-9 Juli 2019.

Dalam pengabdian itu, para dosen memberikan edukasi kepada masyarakat Baduy, seperti penggunaan air bersih dan pengembangan partisipasi perempuan dalam indsutri pariwisata.

Pantauan media di lokasi pengabdian, Jaro Saija (Kepala Desa –red) bersama masyarakat setempat begitu antusias mengikuti edukasi penggunaan air bersih, dan pengembangan pariwisata di Kampung Baduy luar.

Anak-anak suku Baduy juga terlihat serius mendengar penjelasan dari para dosen, serta ikut mempraktekan cara penggunaan air bersih dan menggunakan sabun, baik untuk mandi maupun mencuci tangan.

Selain anak-anak, beberapa perempuan dewasa suku Baduy juga ikut serta dalam pelatihan pengembagangan partisipasi perempuan dalam industry pariwisata. Para perempuan suku Baduy pun sesekali menunjukan hasil karya mereka, seperti kain tenun khas Baduy, baju hingga madu asli Baduy.

Kegiatan masyarakat ini bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat Baduy dalam membangun jaringan air menjadi factor utama dalam perkembangan perekonomian, kesehatan dan budaya. Selain itu, juga menginformasikan tentang manfaat dan kegunaan air dalam kehidupan sehari-hari, serta mengajak atau mempersuasi mencuci tangan dengan menggunakan sabun dengan benar bagi masyarakat setempat, terkhusus bagi anak-anak.

Pulung (26) pemuda suku Baduy mengaku senang dengan kunjungan para dosen Universitas Mercu Buana, karena ada hal-hal baru yang disampaikan ke masyarakat Baduy.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya kunjungan dan sosialiasi penggunaan sabun dan air beraih seperti ini,” kata Pulung, Senin (8/7) kemarin.

“kalau saya itu selalu mengajarkan anak-anak untuk selalu mencuci tangan sebelum makan. Tapi saya tidak tau yang lain ya,” sambung Pulung.

Dikatakan lelaki yang akrab disapa Kang Pulung ini, sosialisasi penggunaan sabun dan air bersih ini sangat baik. Namun, baiknya pelatihan pengguna teknologi juga sangat baik bagi anak-anak suku baduy luar.

“Bagus sosialisasi seperti ini. Saya lihat, banyak anak-anak Baduy ingin belajar menggunakan media sosial, baik facebook maupun youtube. Jadi, bagusnya mereka dikasih pelatihan juga,” harapnya. (fin)

About Afdal

Check Also

Kemendikbud Bentuk Satgas Zonasi Sekolah

FIN.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membentuk satuan tugas (satgas) zonasi. Tujuannya mendorong ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com