Kisah Victor Wirawan dan Baran Energy Garap Listrik Murah Meriah

LISTRIK MURAH- Victor Wirawan (duduk berpakaian abu-abu) berfoto bersama tim Baran Energy. Salah satu bentuk baterai Powerwall yang rencananya akan diluncurkan 18 Juli mendatang. (Baran Energy For FIN)

FIN.CO.ID – Tarif listrik Rp1 (satu rupiah). Mendengarnya saja sudah membuat kita bertanya-tanya. Ya, di tengah gemuruh isu kenaikan tarif dasar listrik, Victor Wirawan bersama sekelompok anak-anak milenial di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten membuat gebrakan baru lewat inovasi baterai yang bisa menghemat listrik hingga belasan tahun.

TOGAR HARAHAP- Tangerang

“With Clean Energy, We Can Save Our Planet” – Dengan udara bersih, kita bisa menyelamatkan planet kita- tulisan itu tersemat di setiap lekuk dinding Kantor Baran Energy, Kawasan Foresta Loft, Gadingserpong, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang itu.

Namun bagi Victor Wirawan dan para pemuda penggiat energi hijau di kantor tersebut , semboyan itu bukan sekedar semboyan yang hadir sekali setahun jelang hari lingkungan sedunia. Melainkan ada semangat dan kerja mereka mewujudkan energi bersih. Salah satunya membangun sebuah perangkat pembangkit listrik yang benar-benar merakyat dan ramah lingkungan.

Sebuah panel putih tertempel di dinding kantor. Panel itu bernama Power Wall. Ukurannya seperti televisi 32 inch dengan gaya dibalik. Memanjang ke bawah. “Barang itu prototype Baran Energy,” ujar Victor Wirawan, Founder Baran Energy di Tangerang.

Panel itu terhubung langsung dengan panel surya di atap kantor. Di dalam panel, tersemat baterai listrik. Panas matahari diubah menjadi tenaga listrik Energi yang bisa disimpannya pun fantastis.

Listrik yang bisa disimpan mencapai 1.300 Watt hingga 10 ribu Watt di powerbank raksasa tersebut. Barang itu belum masif diproduksi.”Tapi harganya mahal,” tambah Baran.

Meski demikian, bagi mereka yang menginginkan barang tersebut, Baran Energy menyiapkan skema pembayaran yang sangat terjangkau. Sayangnya, harga Powerwall ini ia rahasiakan. ” Tunggu 18 Juli,” timpalnya.

Victor mengatakan, pihaknya tengah menunggu peluncuran inovasi teknologi ini pada tanggal 18 Juli bertempat di Epicentrum Rasuna Said, Jakarta Selatan.

“Tunggu saja launching-nya nanti tanggal 18 Juli di Epicentrum biar lebih jelas. Tapi, yang pasti teknologi ini sedikit banyaknya bakal mengubah peta industri energi di Indonesia,” kata Victor.

Bagi Victor, semangatnya membangun perangkat energi bersih berangkat dari kegelisahanya atas kondisi iklim di dunia khususnya Indonesia. Menurutnya ada dua penyumbang polusi udara ” Bumi kita sedang dalam kondisi bahaya. Polusi dimana-mana dan mobil kita pun menyumbang polusi tersebut,” ujar Victor mengawali sejarah berdirinya Baran Energy.

Didirikan pada Oktober 2018, PT Aldebaran Rekayasa Cipta (Baran-Energy), menjadi startup Indonesia yang fokus pada sektor energi terbarukan. Victor bersama para penggiat energi hijau lainya mengembangkan dan memproduksi solusi penyimpanan energi dan kendaraan listrik yang dirancang khusus untuk pasar Indonesia.

“Tim kami adalah kombinasi hebat antara pengusaha muda, insinyur, desainer, dan bahkan pembuat mobil dari seluruh Indonesia. Kami datang dengan satu tujuan, membawa semangat energi bersih untuk Indonesia,” ujar Victor dengan nada sungguh-sungguh.

Dengan teknologi revolusioner baterai berkapasitas raksasa tersebut, Victor percaya masyarakat tidak perlu membayar biaya listrik lagi karena baterai ini dapat menyimpan energi listrik yang dihasilkan solar panel pada siang hari untuk digunakan di malam hari.
“Banyak yang tidak percaya, tapi kami yakin tetap melangkah toh sudah buktikan kok,” ujar Victor.

Selain polusi, problem besar dalam ketersediaan energi adalah pasokan. Hingga kini, Indonesia bergantung pada satu sumber energi, yaitu energi fosil. Pemerintah pun harus menggelontorkan subsidi yang tidak sedikit untuk menekan harga BBM.

“Baterai yang diproduksi Baran akan membantu pemerintah menyediakan energi listrik yang bersih, terjangkau, dan aman bagi masyarakat,” kata Victor.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here