Mau Jadi Pimpinan MPR-DPR, Lagi-lagi Jokowi Kuncinya!

JAKARTA, FIN.CO.ID – Tidak hanya jatah kursi di kabinet, perebutan posisi strategis di jajaran tinggi DPR dan MPR pun makin panas. PDI Perjuangan, Golkar, bahkan PKB paling percaya diri untuk menempatkan ”jagoannya”  di posisi itu. Meski demikian, Presiden terpilih Joko Widodo tetap menjadi kartu trup bagi parpol untuk meng-golkan misinya.

Ya, kondisi ini diakui oleh Wakil Ketua DPP PAN Bara Hasibuan PAN. Ia menyebut tantangan ke depan memperkuat nasionalisme. Dan PAN berada di posisi yang tepat untuk kembali menempatkan kadernya di kursi ketua MPR.

”PAN jika diperkenankan kembali melanjutkan. Dan dengan diberikan kesempatan itu, tentu kami sangat hargai. Tentu tidak kami sia-siakan. PAN memiliki pengalaman,” terang Bara.

Ditambahkannya, ada polarisasai yang begitu tajam saat ini. PAN memiliki kesempatan menyatukan ini. ”Nah itu kembali pada kompromi politik. Peran Presiden terpilih juga sangat jelas. PAN siap jika diminta untuk bergabung di pemerintah. Jika kursi pimpinan MPR itu diberikan,” terangnya.

 

 

Sementara itu, DPP PKB Jazilul Fawaid menegaskan, setelah PAN, PKB akan berperan maksimal di MPR untuk menyatukan. ”Tantantangan ke depan memperkuat nasionalisme kebangsaan. Ini tugas melekat, dan Cak Imin memiliki itu. Kalau PAN mau, Golkar mau, ya semuanya boleh, dan tidak menutup yang lain, silahkan menampakan kemauannya,” tegas Jazilul.

Tentu, sambung dia, akan lebih baik ke depan di bandingkan saat ini. ”Sekarang dipegang bang Zulkifli. Tentu ke depan kalau gantian, yang sudah baik, akan lebih baik lagi,” tandasnya.

 

Pernyataan dua politisi ini pun disambut baik oleh Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Ratu Dian Hatifah. Tapi, jangan lupa bahwa Partai Golkar merupakan partai pendukung Jokowi yang berada di posisi kedua (urutan ketiga nasiolan, red) secara perolehan suara.

”Apa pun bisa dibicarakan. Ini kan dinamika. PAN sudah diberi kesempatan. Dan sangat wajar jika kini giliran Golkar. Kami sudah punya nama-nama yang mungkin sudah dikantongi oleh Ketua Umum,” terang politisi asal Banten itu.

Pada gilirannya, lanjut dia, lobi-lobi politik akan terjadi. Dan Partai Golkar memiliki peluang dan kesempatan setelah sebelumnya ada PKB yang terus merapat baik dengan Presiden Joko Widodo maupun Ki Ma’ruf Amin Calon Wakil Presiden terpilih.

”Ya kita lihat saja nanti. Porsinya tentu akan disesuaikan. Tapi tolong dicatat. Partai Golkar bagian capres-cawapres terpilih. Dengan perolehan suara terbesar setelah PDIP dalam koalisi,” tegasnya. (syaiful/fin)