Selasa , 16 Juli ,2019
Breaking News

ADA ”CENDANA” PASCAPILPRES?

DRAMA kerusuhan 22 Mei dibelah secara berlahan.

Kekuatan-kekuatan kelompok ekstrem yang dituding sebagai kelompok mendukung ”makar” pun mulai terendus. Diblejeti!

Aktivis 98, Wahab Talalou secara terang-terangan menuding ada Cendana di balik semua ini.

Pernyataan Wahab pun dikupas dalam layar Inews Tv, kemarin petang.

Yang bikin saya kaget, dia pun menegaskan ”Ada Titi di balik semua ini”. Beraninya pria ini.

Lagi-lagi ada peran Cendana. Ini dari narasi yang disampaikan. Ngeri-ngeri sedap.

 

Sejalan dengan itu, Mabes Polri pun merilis dengan gamblang ciri-ciri pelaku.

Ini diketahui setelah melakukan face recognition terhadap 704 visual.

Baik dari closed circuit television (CCTV), video amatir dan foto amatir.

”Penyelidikan begitu rumit dengan menggunakan scientific crime.

Setelah dilakukan uji balistik, diketahui peluru caliber 5,56 dan caliber 9 mm.”

Itu keterangan dari Karopemnas Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

 

Sementara, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombespol Suyudi Ario Seto menyebut salah satu diantara korban yang diotopsi, bernama Harun Al Rasyid.

Berdasarkan dari pemeriksaan saksi lapangan, diduga Harun ditembak dari jarak sekitar 30 meter.

Posisi korban dengan polisi yang menangani kerusuhan sekitar 100 meter.

Pelaku penembakan berada di sisi kanan berdekatan dengan ruko di Flyover Slipi.

“Saksi menyebut Harun ditembak dengan pistol berwarna hitam”.

 

Ciri-ciri pelaku penembakan juga telah diketahui. Analisa face recognition dari 704 visual. Yang terdiri dari 60 CCTV, 470 video amatir dan 93 foto amatir.

Pelaku diduga berambut panjang. Atau gondrong. Tinggi sekitar 175 cm. Menembak dengan tangan kiri. Mungkin kidal.

Ada juga beberapa nama lain yang disebutkan. Contoh lain Abdul Aziz.

Ia tewas di sekitar asrama Brimob. Korban ditemukan 100 meter dari asrama tersebut.

“Korban ditembak dari belakang mengenai punggu tembus ke dada.”

 

Dari hasil analisa Seto juga menyebut pelaku kerusuhan berasal dari berbagai elemen, seperti ormas dari berbagai daerah, seperti Serang, Banyumas, Cianjur, Lampung, Aceh dan lainnya. Ada pula oknum Ormas dari beberapa kelompok.

“Ada oknum dari Parpol dan bahkan relawan salah satu pasangan calon,” terangnya.

Lalu benarkan, seluruh tudingan ini? Jika benar, betapa kejinya.

Ruang publik pun menunggu pembuktian. Selamat bertuga Pak Polisi!

 

mas_ipul

 

 

About Syaiful Amri

Check Also

Hari Gini, Sandiwaranya Udahan Dong!

Membaca Arah Politik Pascabubarnya Koalisi Prabowo-Sandi   KOALISI Indonesia Adil Makmur akhirnya bubar ya. Wah ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com