ADA ”CENDANA” PASCAPILPRES?

Beranda Coffee Morning ADA ”CENDANA” PASCAPILPRES?

DRAMA kerusuhan 22 Mei dibelah secara berlahan.

Kekuatan-kekuatan kelompok ekstrem yang dituding sebagai kelompok mendukung ”makar” pun mulai terendus. Diblejeti!

Aktivis 98, Wahab Talalou secara terang-terangan menuding ada Cendana di balik semua ini.

Pernyataan Wahab pun dikupas dalam layar Inews Tv, kemarin petang.

Yang bikin saya kaget, dia pun menegaskan ”Ada Titi di balik semua ini”. Beraninya pria ini.

Lagi-lagi ada peran Cendana. Ini dari narasi yang disampaikan. Ngeri-ngeri sedap.

 

Sejalan dengan itu, Mabes Polri pun merilis dengan gamblang ciri-ciri pelaku.

Ini diketahui setelah melakukan face recognition terhadap 704 visual.

Baik dari closed circuit television (CCTV), video amatir dan foto amatir.

”Penyelidikan begitu rumit dengan menggunakan scientific crime.

Setelah dilakukan uji balistik, diketahui peluru caliber 5,56 dan caliber 9 mm.”

Itu keterangan dari Karopemnas Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

 

Sementara, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombespol Suyudi Ario Seto menyebut salah satu diantara korban yang diotopsi, bernama Harun Al Rasyid.

Berdasarkan dari pemeriksaan saksi lapangan, diduga Harun ditembak dari jarak sekitar 30 meter.

Posisi korban dengan polisi yang menangani kerusuhan sekitar 100 meter.

Pelaku penembakan berada di sisi kanan berdekatan dengan ruko di Flyover Slipi.

“Saksi menyebut Harun ditembak dengan pistol berwarna hitam”.

 

Ciri-ciri pelaku penembakan juga telah diketahui. Analisa face recognition dari 704 visual. Yang terdiri dari 60 CCTV, 470 video amatir dan 93 foto amatir.

Pelaku diduga berambut panjang. Atau gondrong. Tinggi sekitar 175 cm. Menembak dengan tangan kiri. Mungkin kidal.

Ada juga beberapa nama lain yang disebutkan. Contoh lain Abdul Aziz.

Ia tewas di sekitar asrama Brimob. Korban ditemukan 100 meter dari asrama tersebut.

“Korban ditembak dari belakang mengenai punggu tembus ke dada.”

 

Dari hasil analisa Seto juga menyebut pelaku kerusuhan berasal dari berbagai elemen, seperti ormas dari berbagai daerah, seperti Serang, Banyumas, Cianjur, Lampung, Aceh dan lainnya. Ada pula oknum Ormas dari beberapa kelompok.

“Ada oknum dari Parpol dan bahkan relawan salah satu pasangan calon,” terangnya.

Lalu benarkan, seluruh tudingan ini? Jika benar, betapa kejinya.

Ruang publik pun menunggu pembuktian. Selamat bertuga Pak Polisi!

 

mas_ipul

 

 

Baca Juga

Efek Messi, Lautaro Batal Join Barcelona?

MILAN - Barcelona telah mengakhiri era keemasannya dengan cara yang tidak indah, dan sedang dalam krisis yang mungkin sulit untuk dihindari.  Kalah dari Madrid di...

SDGs: Upaya Mencapai Target dalam Situasi Pasca Pandemi Covid-19

Oleh: Fahmi Prayoga  SAMPAI detik ini, kita masih menghadapi pandemi yang telah mempengaruhi seluruh lini kehidupan penduduk di muka bumi. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang...

Melirik Angka sampai Manisnya Drama Demokrat-PDIP

Oleh: M. Syaiful Amri KONSTRUKSI  politik dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Lampung memang menarik untuk diikuti. Taburan surat rekomendasi pun nyaris membuat publik geleng-geleng...

Pertaruhan Incumbent: Hadapi Pilkada dan Pandemi

Maka tidak heran jika bansos untuk penanganan pandemi terjadi tidak tepat sasaran dalam penyalurannya. Warga yang butuh sokongan terlewatkan, sementara yang tidak cukup layak menerima justru malah mendapatkan jatah bantuan.

Rekomendasi Lainnya

Fadli Zon: Pemerintah Harusnya Rangkul Habib...

JAKARTA- Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon menilai, pemerintah seharusnya merangkul petinggi Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab. Bukan sebaliknya memusuhi...

Orang Miskin Naik Jadi 28 Juta...

JAKARTA - Gelombang pandemi yang telah merontokkan berbagai sektor membuat tingkat kemiskinan di Tanah Air bertambah pada 2021 mendatang. Direktur Eksekutif Institute for Development of...

Belajar dari Pengalaman Langsung Kesembuhan Penyintas...

Pola makan dengan asupan makanan tinggi kalori dan tinggi protein merupakan treatment yang dianjurkan saat terkena COVID-19. Hal ini berguna untuk meningkatkan imunitas tubuh....

Serapan PEN Tak Capai 100 Persen...

JAKARTA - Serapan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) diperkirakan tidak akan terserap 100 persen hingga akhir 2020. Realisasi anggaran hanya mencapai 67,8 persen. Direktur Eksekutif...

Kesiapan Pemda Diragukan

JAKARTA - Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri memutuskan untuk membuka kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka per Januari 2021. Dalam SKB...

Buya Yahya Respon Nikita Mirzani: Bahayanya...

JAKARTA- Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Yahya Zainul Ma'arif atau yang lebih dikenal dengan panggilan Buya Yahya, mesepon pernyataan artis...

Indonesia Pimpin G20 pada 2022

JAKARTA - Indonesia resmi menjadi presiden Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ekonomi terbesar dunia atau G20 pada 2022 setelah bertukar tempat dengan India. Seharusnya, India...

Rizieq Harus Stop Bikin Acara

JAKARTA - Habib Rizieq Shihab (HRS) diminta berhenti menggelar acara yang mengundang orang banyak. Sebab, acara tersebut justru menimbulkan klaster baru COVID-19. Anggota DPR Rahmad...

Baca Juga

Efek Messi, Lautaro Batal Join Barcelona?

MILAN - Barcelona telah mengakhiri era keemasannya dengan cara yang tidak indah, dan sedang dalam krisis yang mungkin sulit untuk dihindari.  Kalah dari Madrid di...

SDGs: Upaya Mencapai Target dalam Situasi Pasca Pandemi Covid-19

Oleh: Fahmi Prayoga  SAMPAI detik ini, kita masih menghadapi pandemi yang telah mempengaruhi seluruh lini kehidupan penduduk di muka bumi. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang...

Melirik Angka sampai Manisnya Drama Demokrat-PDIP

Oleh: M. Syaiful Amri KONSTRUKSI  politik dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Lampung memang menarik untuk diikuti. Taburan surat rekomendasi pun nyaris membuat publik geleng-geleng...

Pertaruhan Incumbent: Hadapi Pilkada dan Pandemi

Maka tidak heran jika bansos untuk penanganan pandemi terjadi tidak tepat sasaran dalam penyalurannya. Warga yang butuh sokongan terlewatkan, sementara yang tidak cukup layak menerima justru malah mendapatkan jatah bantuan.

Vedomosti Hilang dari Peredaraan

JAKARTA – Kabar mengejutkan datang. Sejumlah editor senior surat kabar Vedomosti berhenti. Vedomosti merupakan koran berbasis bisnis. Cukup terkemuka Rusia. Tidak terbit sejak Senin (16/6). Bukan...

Berita Terbaru

Berkas 5 Tersangka Anggota Klub Moge yang Aniaya Dua Prajurit TNI Dinyatakan P21

PADANG - Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Satake Bayu mengatakan berkas penyidikan kasus dugaan pengeroyokan dua prajurit TNI oleh rombongan Harley Owner Grup...

Millendaru Ditahan di Sel Laki-laki, Naysila Mirdad Iba

JAKARTA - Atas ulahnya yang mengkonsumsi narkoba jenis sabu pada akhir pekan lalu, selebgram Millendaru alias Millen Cyrus kini resmi ditetapkan sebagai tersangka. Keponakan Ashanty...

Waduh, Pemerintah Sebut 29 Juta Penduduk Usia Kerja Kena Dampak Covid-19

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan mengungkap terdapat sedikitnya 29,12 juta penduduk usia kerja di Tanah Air yang terdampak pandemi Covid-19. Dampak tersebut seperti...

Foto-Foto

News

Viral Ceramah Gus Miftah Akui Senang Ngaji dengan Lonte: Ngajinya Pahala, Matanya Bervitamin

JAKARTA- Sebuah video ceramah dari Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah viral di jagat twitter. Video yang berdurasi 22 detik itu, diunggah oleh pegiat...

Buya Syafiih: Mendewakan Keturunan Nabi adalah Bentuk Perbudakan Spritual

JAKARTA- Tokoh Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafiih, mengkritik pihak-pihak yang kerap menganggungkan para Habaib atau tokoh yang mempunyai garis keturunan dengan nabi...

14 Larangan Polri di Pilkada

JAKARTA - Anggota Polri harus menjaga netralitas dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Jika ada yang tak netral, sanksi pun akan diberikan. Kadiv Humas Polri Irjen...