Selasa , 16 Juli ,2019
Breaking News

Pria Kurus Itu Ternyata Wiro Sableng

FILM dengan genre laga, tentu banyak ya. Tapi, coba cek fantasi film berjudul ”Kapak Maut Naga Geni 212 Wiro Sableng”. Pasti beda.

Bagiku, mungkin hanya kebetulan saja. Karena dipengaruhi suasana hati. Dan tadi malam aku mulai penasaran. Beberapa kali, aku putar official trailer-nya di youtube tentang film itu. Menarik.

Potongan-potongan filmnya menceritakan kondisi Nusantara abad ke-16. Kumpulan sound effect-nya juga ciamik.

Aktor utama film diperankan Vino G Bastian. Ada drama, dan komedinya. Enggak norak, seperti film laga pada umumnya.

Film ini ternyata dirilis 30 Agustus 2018. Belum setahun. Masih lumayan baru.

Sutradaranya, Angga Dwimas Sasongko. Dan ternyata masuk di jajaran box office. Wajar, karena ada Sheila Timothy sebagai produser bertalenta.

Dari cerita yang aku tangkap dari film itu. Wiro seorang pemuda. Murid dari pendekar misterius bernama Sinto Gendeng yang diperankan Ruth Marini.

Ia mendapat titah dari gurunya untuk meringkus Mahesa Birawa (Yayan Ruhian) mantan murid Sinto Gendeng yang berkhianat.

Dalam perjalanannya mencari Mahesa Birawa, Wiro terlibat dalam suatu petualangan seru bersama dua sahabat barunya Anggini (Sherina Munaf) dan Bujang Gila Tapak Sakti (Fariz Alfarazi).

Pada akhirnya, Wiro bukan hanya menguak rencana keji Mahesa Birawa, tetapi juga menemukan esensi sejati seorang pendekar.

Seperti yang aku sebutkan tadi. Wiro Sableng memiliki senjata, Kapak Maut Naga Geni 212.
Tadinya aku cuek dengan angk 212. Tapi lama-lama kok penasaran ya dengan angka ini.

Angka ini ternyata identik dengan atmosfer menjelang dan pascapilpres. Yuk coba kita cek.
Angka 212 bukan hanya sekadar ada dalam film Wiro Sableng. Tapi di dunia nyata juga ada.

Masih ingat gerakan 212. Biasa kita sebut; Aksi Damai Bela Islam, 2 Desember 2018.

Aksi berlangsung di halaman Monumen Nasional, Jakarta.

Jumlah peserta hadir berkisar antara 200 ribu (klaim polisi) hingga jutaan (klaim penyelenggara).

Dari bukti-bukti video yang tersebar di berbagai sosial media, jumlah massa meluas hingga mamadati area Bundaran Hotel Indonesia.

Lalu apa kaitannya dengan Pilpres?

Yuk kita cek. Kapak Naga Geni 212 tentu tidak ada kaitannya dengan aksi 2 Desember Bela Islam.

Apalagi mini market 212 yang sekarang bermunculan.

Pelaku sejarahnya beda. Orang-orangnya juga beda.

Yang menarik. Ternyata pemenang kontestasi Pilpres identik dengan angka 212.

Ini serius. Presiden Joko Widodo, ternyata lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 21 Juni 1961. Ada angka 21 di situ.

Lalu, Jokowi juga 2 kali menjadi Walikota Solo. Dilanjutkan 1 kali duduk sebagai Gubernur DKI Jakarta, dan 2 kali terpilih sebagai Presiden RI. Persiskan, 212.

Dan pelantikannya, ternyata identik juga dengan angka 2. Yakni 20 Oktober mendatang.

Oke, coba kita lihat dari sisi lain.

Jokowi pernah bertemu dengan Tim 11. Tim ini berasal dari Persaudaraan Alumni 212.

Pertemuannya di Istana Bogor pada Minggu (22/4) itu berlangsung 2 jam.

Peristiwa ini ramai dibahas dan menjadi trending topik sejumlah media. Dan lagi-lagi angkanya identik. Antara 1 dan 2.

Menariknya lagi, Jokowi juga sempat datang ke Aksi Damai 212 lho. Gelaran berlangsung 2 Desember.

Lalu, apakah Jokowi termasuk Alumni 212? Bisa jadi begitu. bisa juga enggak.

Ya kalau dikait-kaitkan saling berhubunganlah.

Nah dari sini, tolong diwajarkan saja. Jika aku sebut ”Pria kurus itu ternyata Wiro Sableng”. ‘

Salam tiga jari!

About Syaiful Amri

Check Also

Hari Gini, Sandiwaranya Udahan Dong!

Membaca Arah Politik Pascabubarnya Koalisi Prabowo-Sandi   KOALISI Indonesia Adil Makmur akhirnya bubar ya. Wah ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com