Mesir Vs Kongo: Jangan Ulangi Kesalahan

FIN.CO.ID, KAIRO – Usia Mohamed Salah masih 27 tahun. Lima tahun lebih muda dari kapten timnas Argentina Lionel Messi. Tapi, Salah bisa “mewarisi” kutukan trophyless La Pulga (Si Kutu)-julukan Messi-di level internasional.

Bagaimana tidak. Sejak debut bersama The Pharaohs-julukan Mesir-mulai 2011, bintang Liverpool itu belum pernah memberikan gelar bagi Mesir. Capaian maksimalnya adalah rununer-up Piala Afrika 2017.

Ironisnya, Mesir justru berjaya pada edisi 2006, 2008, dan 2010 alias setahun sebelum Salah dipanggil. Bersama Salah, pemegang gelar Piala Afrika dengan tujuh trofi itu malah tidak lolos ke putaran final edisi 2012, 2013, dan 2015. Artinya, Piala Afrika tahun ini adalah keikutsertaan kedua Salah.

Memang, kans terbaik hadir tahun ini saat Mesir jadi tuan rumah edisi ke-32 Piala Afrika. Tapi, performa eks pemain Chelsea dan AS Roma itu dalam lima laga terakhir belum tune in dengan scoreless. Tolok ukur utama pada laga pembuka Piala Afrika kontra Zimbabwe (22/6). Yang menjadi pahlawan justru Trezeguet dengan gol tunggalnya.

Itulah yang membuat Mesir ingin bangkit dengan performa lebih meyakinkan pada matchday kedua melawan Kongo dini hari nanti (siaran langsung beIN Sports 3 pukul 03.00 WIB). “Saya berharap kinerja kami membaik (melawan Kongo, Red). Kami ingin lolos (ke fase knockout, Red) secepatnya,” ucap pelatih Mesir Javier Aguirre seperti dilansir Evening Express.

Mesir memang bisa mengunci satu tiket ke 16 besar jika menang atas Kongo. Syarat lainnya, beberapa jam sebelumnya Uganda juga harus sukses mengalahkan Zimbabwe. Jika skenario tersebut sukses, maka matchday pemungkas melawan Uganda hanya berlabel penentuan juara grup. Tapi jika gagal maka Mesir harus mengerahkan semuanya melawan Uganda untuk lolos melalui skema peringkat tiga terbaik. Sebagai tuan rumah, mereka tentu tidak akan memilih cara kedua.

Mesir diuntungkan “tradisi” 4 dari 5 tuan rumah yang selalu berhasil lolos ke fase knockout. Hanya Gabon yang gagal melaju ke 16 besar dengan menyandang predikat host pada edisi 2017.

Tapi, Kongo bukannya tanpa peluang. Meski saat ini jadi juru kunci klasemen sementara grup A, performa mereka dalam dua edisi terakhir cukup apik dengan menembus perempat final (2017) dan jadi peringkat tiga (2015). “Ini (melawan Mesir, Red) akan menjadi pertandingan sulit bagi kami. Kami tidak akan bermain bertahan meski menghadapi tuan rumah (yang sudah pasti menyerang sejak awal, Red) karena kami juga ingin lolos,” timpalnya.

(afp/reu/ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here