Inflasi Pasca Lebaran Diprediksi Turun 0,53 Persen

FIN.CO.ID, JAKARTA – Survei pemantauan harga (SPH) yang dilakukan Bank Indonesia (BI), memperkirakan inflasi pada bulan Juni atau usai Lebaran 2019 ini akan menurun di kisaran 0,53 persen. Angka ini menurun tipis dibandingkan inflasi Mei 0,68 persen.

Inflasi bulan Juni 0,53 persen itu dalam hitungan per bulan (month on month) atua jika secara per tahunanan (year on year) sebesar 3,26 persen.

“Pantauian SPH Kami pada bulan Juni sampai dengan Minggu ketiga diperkirakan inflasinya turun menjadi 0,53 persen secara per bulan,” ujar Gubernur BI, Perry Warjiyo di Jakarta, kemarin (21/6).

Adapun, kata Perry, penyumbang inflasi pada Minggu ketiga tidak jauh berbeda dengan dua Minggu sebelumnya. Yaitu disebabkan melonjaknya harga bahan pangan dan transportasi angkutan umum antar kota.

“Banyak berkaitan dengan Idul Fitri ya, masih cabai merah, tarif angkutan antar kota juga daging ayam dan juga beberapa bahan makanan,” kata dia.

Kenapa bawang putih tidak menyebabkan inflasi, karena pada Minggu ketiga justru mengalami penurunan. “Tempo hari agak naik, tapi sekarang sudah turun,” ucap dia.

Perry menegaskan, dalam rapat dengan dewan gubernur disepakati konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah baik tingkat pusat maupun daerah. Hal itu untuk menekan inflasi hingga serendah mungkin.

“Kami memastikan inflasi tetap rendah dan stabil yang diprakirakan berada di bawah titik tengah kisaran sasaran inflasi 3,51 persen pada 2019,” tutur dia.

Sementara ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Nailul Huda mengatakan bahwa inflasi dipengaruhi oleh perayaan Lebaran 2019 ini.

“Komoditas seperti cabai dan daging ayam naik permintaannya. Tarif angkutan juga naik karena tradisi mudik,” kata Huda kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (21/6).

“Jika benar 0,53 persen, maka lebih rendah dari momen Lebaran tahun kemarin. Karena tahun kemaren mencapai 0,59 persen,” pungkas dia.

(din/fin)