Zona Akomodasi Haji Mulai Dibagi

    FIN.CO.ID, JAKARTA – Akomodasi sistem zonasi jamaah haji tahun ini mulai dipermudah. Salah satunya, rombongan satu embarkasi selama berada di Makkah akan ditempatkan pada hotel-hotel dalam satu wilayah.

    Hal itu diungkapkan Kepala Sub Direktorat Akomodasi Haji Reguler, Rudi Ambari. Dijelskanya, penempatan satu embarkasi lewat mekanisme ini juga dilakukan Madinah. “Jadi Akomodasi jemaah haji di Makkah akan menggunakan 7 wilayah,” kata Rudi.

    Dikatakanya,ada tujuh wilayah yang dibagi sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Nomor 135 Tahun 2018 (selengkapnya lihat infografis).

    Akomodasi Madinah disebutkan Rudi, seluruhnya di menempati hotel di wilayah markaziyah. Bahkan mayoritas disewa dengan sistem full musim.

    “Sudah 76 persen jemaah haji akan menempati hotel yang disewa dengan sistem full musim. Sedangkan sisanya menempati hotel dengan sewa blocking time,” ujar Rudi.

    Di sisi lain Rudi juga menjelaskan risiko pisah hotel dalam satu kloter yang tidak terhindarkan. Jemaah pisah hotel dapat terjadi baik di Makkah maupun Madinah.

    “Pisah penempatan tidak dapat dihindari karena keterbatasan hotel. Namun diupayakan tidak terlalu jauh. Pisah hotel mayoritas bersebelahan, dan berseberangan. Ada pula yang agak jauh,” kata Rudi melanjutkan penjelasan.

    Informasi tersebut, menurut Rudi perlu disampaikan kepada jemaah agar mereka lebih siap dan memahami kondisi. Disebutkan oleh Rudi pisah hotel jaraknya kurang dari 300 meter seperti BPN 14, MES 6 MES 8, SOC 95.

    “Pisah hotel terjauh kloter SOC 12 dan SOC 24 sejauh 500 meter,” tandasnya.

    Dalam sosialisasi tersebut, Rudi juga menjelaskan hotel-hotel yang digunakan sebagai Kantor Sektor. Beberapa sektor dijelaskan Rudi tetap menggunakan hotel-hotel yang selama ini digunakan sebagai kantor Sektor dan sektor khusus di Masjdil Haram.

    (rls/fin/tgr)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here