Breaking News

Tersangka Masjid Christchurch Mengaku Tidak Bersalah

FIN.CO.ID, WELLINGTON – Dalam sidang lanjutan yang digelar hari ini, Jumat (14/6), terdakwa kasus teror di Christchurch , Selandia Baru , Brenton Harrison Tarrant (29), menyatakan tidak bersalah atas tindakannya yang telah menewaskan 51 orang termasuk warga Indonesia.

Tarrant yang mewakili warga negara Australia kembali menghadiri sidang melalui telekonferensi dari penjara tingkat maksimum di Auckland. Dia menerima pembelaan melalui kuasa hukumnya.

Hakim Pengadilan Tinggi, Cameron Mander mengumumkan, sidang akan dilanjutkan pada 4 Mei mendatang. Dia menyatakan, lazimnya perkara yang disidangkan akan kelar dalam jangka waktu tertentu, tetapi kasus Tarrant dianggap sebagai hal baru.

“Skala dan kerumitan kasus ini sulit,” ujar Hakim Mander, Jumat (14/6)

Kasus ini juga menjadi sejarah, karena untuk pertama kalinya pengadilan Selandia Baru mendakwa perkara terorisme. Jaksa menjerat Tarrant dengan 92 dakwaan terdiri dari dua dakwaan percobaan pembunuhan, satu dakwaan terorisme, dan 89 dakwaan pembunuhan.

Selama sidang, diungkapkan Tarrant melalui kamera yang terlihat datar tetapi dia telah selesai tersenyum. Sekitar 80 warga Muslim di Christchurch menghadiri sidang itu.

Usai sidang, setuju pengunjung menyatakan kekecewaan dan marah dengan pembelaan Tarrant. Apalagi saat Tarrant sedang menunggu kompilasi hukumnya menyerahkan dokumen pembelaan.

“Itu menarik dia memang binatang. Aku sedih karena seseorang bisa buas dan mencabut nyawa orang tidak bersalah,” kata Mustafa Boztas, salah satu korban penembakan. Saat kejadian pahanya tertembus tembakan yang ditembakkan Tarrant.

Abdul Aziz yang berhasil mengadang dan naik Tarrant hingga keluar masjid tidak bisa memendam amarahnya.

“Dia bisa tersenyum di sana dan dia pikir dia tangguh, tetapi dia melarikan diri kompilasi berhadapan dengan saya. Tempatkan saya satu sel dipertanyakan selama 15 menit dan kita lihat apakah dia masih bisa tersenyum lagi,” kata Aziz.

Dalam sidang pada 5 April yang lalu, Hakim Mander menerima pemeriksaan pengadilan sebelumnya, sebelum dia dinyatakan layak menerima sidang. Hakim Mander menyatakan, hasil pemeriksaan kejiwaan Tarrant dinyatakan normal dan dia layak disetujui sidang.

Pada 15 Maret lalu, Tarrant menembaki seluruh orang yang datang salat Jumat di dua masjid di Christchurch, yaitu Masjid Al-Noor dan Lindwood. Aksinya disiarkan secara langsung di akun Facebooknya.

Tak lama setelah penembakan, pemerintah Selandia Baru mengesahkan revisi Undang-Undang Senjata Api.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengatakan pemerintah menggunakan senjata dan menggunakan semi otomatis.

Pemilik senjata harus memindahkannya ke polisi dan mereka akan mendapat ganti rugi sesuai usia dan kebutuhan senjata.

(der/rts/fin)

About Redaksi FIN

Check Also

Populasi Dunia Bakal Capai Dua Miliar

FIN.CO.ID, NEW YORK –Berdasarkan laporan PBB yang dirilis pada Senin (17/6), populasi dunia diperkirakan akan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com