Duterte Menyesal Jadi Presiden Filipina

FIN.CO.ID, MANILA – Pemerintahan yang penuh korupsi dan kritik yang terus berhembus, membuat Rodrigo Duterte menyesal telah menjadi Presiden Filipina saat ini.

Ia pun memperingatkan, kepada keluarganya untuk menjauhi keinginan mengikuti langkahnya untuk menjadi presiden.

Sara Duterte-Carpio, dikenal juga sebagai Inday Sara, sudah mengikuti jejak ayahnya dengan menjadi Wali Kota Davao, peran yang sama sebelum menjadi presiden.

Melansir Newsweek Kamis (14/6), sejumlah kalangan menyebutnya sebagai kandidat kuat orang nomor satu Filipina, dengan Duterte-Carpio juga menyiratkan minat.

“Saya kehilangan gairah untuk bekerja. Sejujurnya, saya menyesal. Saya menyesal mengapa dulu maju sebagai Presiden Filipina,” kata Duterte dalam pidatonya di Cagayan De Oro City,dikutip PhilStar, Jumat (14/6)

Duterte juga mengaku, melarang anaknya meneruskan jejaknya untuk mencalonkan diri sebagai Presiden Filipina berikutnya .

“Saya bilang kepadanya Jangan lakukan itu. Engkau tidak akan kuat. Mereka tidak akan menghormatimu. Para sialan itu,” ujarnya.

Duterte kemudian beralih mengomentari Senator Antonio Trillanes IV yang merupakan pengkritik terbesarnya, serta oposisi lain sebagai “tentara kasar” yang tak mendapat apapun.

Presiden yang akrab disapa Digong itu juga mengaku, sangat kesal dengan korupsi di tubuh pemerintahan Filipina yang disebutnya

“tidak akan bisa diatasi oleh negara. Saya tidak berkewajiban untuk mengatakan kebohongan kepada kalian. Saya sudah muak dan lelah dengan sistem yang ada saat ini,” Ungkapnya.

Terdapat rumor yang menyatakan, berapa lama Duterte bakal bertahan di tengah kabar kesehatannya yang semakin menurun dan kemudian dia bantah, dengan pemilihan selanjutnya 2022 mendatang.

Dia juga membahas skandal yang melibatkan pejabat pariwisata yang menjalin kontrak dengan perusahaan asal Hong Kong tanpa melalui lelang terbuka tahun lalu untuk membangun kasino.

Duterte menuturkan, akan segera memecat pejabat yang bertanggung jawab di hari tatkala pembangunan dilaksanakan.

“Apa kepentingannya membangun kasino di dalam Nayong Filipino? Mengapa juga mereka membangunnya di sana? Betapa bodohnya,” pungkasnya.

(der/fin)